Anggota DPR minta BUMN di Aceh membentuk konsorsium pengelolaan CSR

Anggota DPR RI asal Aceh Rafli meminta kepada perusahaan pemerintah di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada untuk membentuk sebuah konsorsium pengelolaan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

"Saya minta mulai hari ini dibentuk sebuah konsorsium pengelolaan dana CSR perusahaan BUMN di Aceh," kata Rafli, di Banda Aceh, Selasa, dalam kunjungan kerja reses Komisi VI DPR RI masa persidangan V tahun sidang 2021-2022 bersama perusahaan milik Kementerian BUMN yang ada di Aceh, di Banda Aceh.

Pembentukan konsorsium itu, kata Rafli, perlu dilakukan oleh perusahaan milik negara agar pengelolaannya tidak lagi dilakukan sendiri-sendiri, sehingga apa yang dikerjakan kurang dirasakan masyarakat.

Menurut Rafli, pengelolaan CSR oleh perusahaan BUMN selama ini peruntukannya kurang terlihat, karena itu perlu dijalankan bersama sehingga apa yang diberikan lebih terasa.

"Pengelolaan CSR terlalu banyak, tetapi indikatornya tidak kelihatan pemanfaatan CSR tersebut, tidak boleh lagi seperti sekarang dilakukan masing-masing," ujarnya.

Rafli menuturkan, pengelolaan CSR yang dilaksanakan sendiri selama ini memang legal secara prosedural, hanya kurang berdampak kepada masyarakat, maka dibutuhkan sebuah forum bersama.

"Harus ada konsorsium pengelolaan CSR itu, yang nantinya berkoordinasi langsung dengan anggota DPR," demikian Rafli.
Baca juga: Askrindo beri bantuan mobil pintar untuk PAUD Aceh