Anggota DPR Minta Klub Moge yang Keroyok Intel TNI Dibikin Jera

Ezra Sihite, Anwar Sadat
·Bacaan 2 menit

VIVAAnggota DPR RI Fraksi PAN Guspardi Gaus menyayangkan terjadinya insiden pengeroyokan terhadap Serda Yusuf dan Serda Mistari yang merupakan anggota TNI. Menurutnya, tindakan pengeroyokan yang dilakukan oleh rombongan Motor Gede (Moge) Harley Davidson asal Bandung, Jawa Barat ini sangat tidak pantas dan arogan

Guspardi menduga anggota klub moge itu berani melakukan tindakan anarkis karena terdapat purnawirawan jenderal bintang tiga dalam kelompok mereka sehingga merasa jemawa.

"Namun sikap arogansi ini tidak boleh di biarkan dan penegak hukum harus tegas dalam penanganan dan penindakan masalah pengeroyokan kepada anggota TNI dan juga kepada masyarakat lainnya," kata Guspardi pada Senin 2 November 2020

Anggota DPR tersebut mengapresiasi langkah cepat Polri dalam menindaklanjuti kasus ini. Sudah semestinya Polri bergerak cepat setelah ada laporan dari koban.

Dia menilai, respons Kapolres Bukittinggi yang langsung menangkap para pelaku pengeroyokan dan melakukan penahanan termasuk menyita barang bukti berupa motor gede (moge) milik pelaku dinilai sudah tepat. Guspardi juga meminta pihak Kepolisian agar memproses kasus ini dengan tuntas dan profesional.

"Kita berharap jangan ada penangguhan penahanan kepada pengeroyok yang sok jagoan apalagi memukul aparat negara. Hal ini akan memberikan efek jera dan pembelajaran kedepannya," kata Guspardi.

Diketahui orang anggota TNI dari Sat Intel Kodim 0304/Agam mengalami luka memar akibat dikeroyok klub motor besar alias moge. Peristiwa itu sendiri terjadi di kawasan Jalan Hamka, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, sekitar pukul 16.30 WIB, Jumat, 30 Oktober 2020. Rombongan moge diketahui adalah sejumlah orang yang melakukan konvoi dan berasal dari Jawa Barat.

Para pengeroyok intel TNI tersebut sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh polisi.

Sementara itu

Nama pemimpin Klub Motor Gede (Moge) Harley Davidson Owner Group (HOG) Siliwangi, Letnan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago beberapa hari terakhir ini menjadi sorotan publik. Letjen TNI (Purn) Djamari Chaniago menjadi sorotan setelah beberapa anak buahnya yang berasal dari komunitas Moge asal Bandung mengeroyok intel TNI di Bukittinggi, Sumatera Barat.

Yang lebih mengejutkan lagi, mantan Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad)tahun 1998-1999 itu mengeluarkan pernyataan yang sangat kontroversial, dia mengganggap pengeroyokan atas dua anggota TNI AD dari Kodim 0304/Agam itu sebagai hal yang sepele atau kecil.

Banyak pihak yang menilai bahwa Letjen TNI (Purn) Djamari Chaniago telah melupakan korps TNI yang telah mendidik dan membesarkan namanya di dunia militer hingga cenderung membela klub moge asuhannya.