Anggota DPR minta pemerintah segera salurkan bansos

Anggota DPR RI Charles Meikyansah meminta pemerintah segera menyalurkan bantuan sosial (bansos) usai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Bantalan sosial melalui berbagai program bantuan kepada masyarakat harus segera didistribusikan, karena kenaikan BBM juga akan berdampak terhadap kenaikan berbagai komoditas kebutuhan lainnya,” katanya di Jakarta, Rabu.

Anggota Komisi XI itu mendesak pemerintah mempercepat penyaluran subsidi bagi pekerja di sektor-sektor yang terdampak langsung terhadap kenaikan BBM. Seperti pekerja jasa transportasi umum dan ojek, pelaku UMKM, nelayan atau pekerja di sektor perikanan, hingga pekerja di sektor pertanian dan pangan yang mengandalkan angkutan logistik.

"Kami juga memberi catatan kepada pemerintah untuk memperhatikan kelompok masyarakat yang sebelum kenaikan BBM ada di atas garis kemiskinan dan tidak masuk radar BLT (bantuan langsung tunai). Sekarang akibat pandemi COVID-19 dan harga BBM naik, mereka masuk dalam kategori rentan miskin," tutur Charles.

Dia menjelaskan kelompok masyarakat yang dimaksud adalah kelas menengah paling bawah. Menurut Charles, mereka yang kini masuk di garis kemiskinan tersebut di antaranya seperti buruh, pekerja informal perkotaan, petani/nelayan, bahkan sopir ojek online (ojol) dan pengemudi taksi.

Baca juga: Wapres: BLT BBM agar kemiskinan ekstrem tak melonjak

Baca juga: Ekonom minta pemerintah awasi ketat penyaluran bansos BBM

"Jumlah mereka cukup besar. Bukan kelompok 'desil' 1 dan 2, tapi 'desil' 3-5,” ucapnya.

"Desil" merupakan kategori rumah tangga menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diukur berdasarkan penghasilan masyarakat. Desil 1 dan 2 merupakan kelompok masyarakat miskin absolut yang biasanya berada di pedesaan dan wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Sementara itu desil 3 adalah kelompok rumah tangga hampir miskin, desil 4 rentan miskin, dan desil 5 ke atas adalah kelompok masyarakat mampu hingga sangat mampu.

"Ojek online awalnya masuknya ke desil 4-6. Sekarang berat dan bisa jadi masuk desil 3-4. Sopir taksi juga berat karena saat pandemi tidak dapat pemasukan. Kenaikan BBM juga menambah beban,” ujarnya.

Sementara dia menegaskan kelompok desil 4-6 ini tidak terdaftar sebagai orang miskin. Mereka tidak mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT), padahal sekarang hidup mereka berat.

Baca juga: Kemensos jamin bantuan sosial tepat sasaran dengan pemutakhiran DTKS

Oleh karenanya, Charles meminta Pemerintah memberikan perhatian khusus mengenai pemberian bantuan sosial kepada kelompok masyarakat rentan miskin tersebut. Pendataan dan pemberian bansos BBM harus sesuai dan tepat sasaran.

"Perlu betul-betul segera diberikan bantalan sosial agar kelompok rentan miskin tidak jatuh dalam jurang kemiskinan," harapnya.

Selain itu, dia berharap pemerintah daerah harus bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dan pemangku kebijakan. Termasuk dengan menggandeng pihak swasta dengan pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk digunakan sebagai bantalan sosial bagi masyarakat yang terdampak kenaikan harga BBM.