Anggota DPR minta polisi percepat proses kasus di PMI Banda Aceh

Anggota DPR RI M Nasir Djamil meminta kepolisian untuk mempercepat penyelidikan kasus dugaan pengiriman darah tak sesuai prosedur di Palang Merah Indonesia (PMI) Banda Aceh yang menjadi perbincangan masyarakat Aceh.

"Kita harap kepolisian lebih cepat, jangan kemudian memperlambat proses karena semakin lama semakin rawan dipolitisasi, dibuat isu yang merugikan PMI secara umum," kata Nasir Djamil, di Banda Aceh, Selasa.

Hal tersebut disampaikan anggota Komisi III DPR RI itu usai melakukan kunjungan kerja dan berdiskusi dengan relawan PMI di Rumah PMI Banda Aceh.

Baca juga: Polisi periksa sejumlah saksi terkait pengiriman darah ke Tangerang

Nasir menyampaikan terkait adanya dugaan penyimpangan dalam pengiriman darah ke daerah lain tersebut memang harus diselesaikan secepat mungkin karena jika proses ini lambat bisa merugikan PMI dan berdampak kepada masyarakat.

Ia mengatakan jika nantinya dalam proses penelusuran itu terdapat adanya dugaan penyimpangan maka segera dilanjutkan ke tahapan berikutnya.

"Karena itu, saya minta kepada polisi bekerja secara profesional, bisa bekerja cepat sehingga isu miring ini bisa reda kembali sehingga tidak ada pihak-pihak yang memainkan isu ini," ujarnya.

Baca juga: PMI Banda Aceh gencarkan sosialisasi donor darah untuk pelajar
Baca juga: PMI Banda Aceh kumpulkan donasi darah 4.024 kantong dalam sebulan

Dia menambahkan isu terkait pengiriman darah tersebut perlu diredakan supaya masyarakat kembali memiliki keinginan untuk mendonorkan darahnya, mengingat darah ini benar-benar dibutuhkan masyarakat.

"Pemerintah kita harapkan bisa menjaga suasana kondusif ketika ada isu miring yang menimpa PMI, bukan malah sebaliknya," katanya.

Untuk diketahui, Polresta Banda Aceh telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus dugaan pengiriman darah sekitar 2.050 kantong ke Tangerang, Banten, oleh PMI Banda Aceh.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel