Anggota DPR minta utamakan kesehatan Bank Bukopin

Faisal Yunianto
·Bacaan 1 menit

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi meminta semua pihak mengutamakan kesehatan Bank Bukopin dalam upaya penyelamatan agar tidak menimbulkan dampak lanjutan di sektor keuangan di tengah pandemi COVID-19.

“Soal isu nasionalisme, isu Merah Putih, saya sepakat kesehatan banknya dijaga dulu karena kalau ini tidak teratasi, maka imbasnya akan luar biasa dan kita akan menyesal,” katanya dalam diskusi virtual Infobank di Jakarta, Kamis.

Ia mengapresiasi langkah cepat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam upaya penyelamatan bank yang didirikan tahun 1970 itu.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengharapkan upaya penyelamatan terhadap Bukopin bisa mengerem informasi liar yang sempat membuat kepanikan nasabah.

“Karena kalau terlambat satu, dua hari atau tiga hari, kita tidak bisa membayangkan karena isu di bawah sudah sedemikian liar ditambah hoaks,” katanya.

Upaya penyelamatan Bank Bukopin memasuki babak baru setelah OJK memberikan restu kepada bank ini melakukan penawaran umum terbatas kelima melalui penerbitan saham baru dengan penawaran hak memesan efek terbatas terlebih dahulu kepada pemegang saham.

Nantinya, seluruh dana akan digunakan untuk modal kerja dalam meningkatkan pertumbuhan kredit.

“Ini penting nanti bagaimana bank ini memberikan kontribusi peningkatan kredit,” imbuhnya.

Dalam prospektus penawaran umum terbatas (PUT) kelima Bank Bukopin menyatakan dua pemegang saham utama yakni Bosowa Corporindo dan KB Kookmin Bank siap untuk melaksanakan seluruh haknya dalam PUT tersebut.

Dalam PUT ini, Kookmin yang berasal dari Korea Selatan bertindak sebagai pembeli siaga yang akan mengambil seluruh sisa saham yang tidak dilaksanakan haknya oleh pemegang saham lainnya. Hal ini, sesuai dengan rencana Kookmin menjadi pemegang saham pengendali PT Bank Bukopin Tbk.

Baca juga: Bukopin sebut asistensi BRI dapat bantu atasi persoalan bank
Baca juga: Bukopin segera realisasikan "rights issue" usai dapat pernyataan OJK
Baca juga: Pendampingan BRI dapat pulihkan persoalan likuiditas Bukopin