Anggota DPR: Perkuat pembinaan digital kepada pedagang pasar

·Bacaan 2 menit

Anggota Komisi VI DPR Nevi Zuairina meminta pemerintah dan berbagai pihak terkait memperkuat pembinaan aspek digital kepada pedagang dan pengelola pasar di berbagai daerah, terutama pada era digitalisasi seperti sekarang ini.

"Upaya ini memang penting ditempuh sebagai upaya menyelesaikan berbagai persoalan dampak pandemi yang menimpa para pedagang pasar termasuk pengelola pasarnya," katanya dalam rilis di Jakarta, Jumat.

Nevi menyampaikan pihaknya dapat menjembatani untuk melakukan pembinaan terhadap pedagang pasar dan pengelola pasar, termasuk dalam hal ini adalah melakukan pengawasan dan memastikan konsumen terlindungi sesuai aturan perundang-undangan.

Apalagi, ia mengingatkan bahwa pasar merupakan salah satu objek vital dalam pembangunan ekonomi.

Namun, di tengah pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini, para pedagang pasar termasuk dari kalangan berbagai profesi yang sangat terkena dampaknya.

Ia menekankan pentingnya transformasi digital aktivitas jual beli di pasar, yang mana perkembangan teknologi digital membuat aktivitas pasar sudah mulai bergeser ke berbagai platform e-commerce.

"Harus memulai untuk secara bertahap mengarahkan para pedagang untuk beraktivitas penjualan melalui daring, sehingga masuk pada prilaku konsumen yang baru, di mana mulai terbiasa bertransaksi melalui gadgetnya," ucap Nevi.

Menurut dia, berbagai platform daring dan lokapasar di internet dapat menjadi sarana awal untuk mengurangi dampak pandemi terhadap tingkat penjualan.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan keberadaan ekonomi digital akan mengikis kesenjangan sosial yang ada di masyarakat.

"Aplikasi berbasis teknologi harus berbasis inovasi agar dapat bersaing, sehingga kita bisa memuliakan petani dan pedagang, serta mewujudkan Indonesia yang tumbuh dan tangguh," kata Mendag.

Sedangkan, Kementerian Komunikasi dan Informatika berharap perusahaan dapat menyiapkan tiga strategi dalam upaya mendukung pertumbuhan Indonesia pada 2022.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan bahwa hal pertama yang harus dipersiapkan adalah pembuatan strategi digital.

"Di era digital, terlebih saat pandemi, platform digital menjadi salah satu strategi yang penting dilakukan para pelaku bisnis skala besar hingga UMKM untuk dapat bertahan dan meningkatkan proses pengembangan bisnis," ujarnya.

Strategi kedua, yakni memperhatikan ketersediaan sistem atau infrastruktur yang memadai. Menurut dia, ketersediaan sistem di era digitalisasi sangat penting dipenuhi oleh pelaku bisnis untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan.

Sedangkan strategi yang ketiga yakni menghadirkan fungsi komunikasi yang cerdas dan responsif. Fungsi komunikasi seperti itu dinilai penting dimiliki di masa krisis agar perusahaan dapat membuat keputusan dengan cepat.

Baca juga: Ombudsman RI tinjau pengelolaan Pasar Ikan Modern Muara Baru
Baca juga: Pasar Digital UMKM diharapkan jadi "one stop solution" bagi UMKM
Baca juga: Pengelola Pasar Kramat Jati pastikan pasokan kebutuhan pokok stabil

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel