Anggota DPR: Polri tambah personel daerah rawan konflik di Papua

Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit menambah jumlah personel Kepolisian yang bertugas ke wilayah rawan konflik di Papua.

Hal itu dikatakannya terkait tewasnya salah satu anggota Brimob Polri Bripda Diego Rumaropen di Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya, akibat dianiaya orang tak dikenal (OTK).

"Penambahan personel sangat diperlukan, aparat yang ditugaskan harus seimbang dengan luas wilayah dan ancaman teror. Selain masyarakat, keamanan dan keselamatan anggota Polri harus menjadi salah satu prioritas di tengah ancaman OTK atau KKB yang tidak mengenal waktu," kata Andi Rio dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Dia juga mendorong agar fungsi intelijen di institusi Polri dan pihak terkait lainnya dapat lebih dimaksimalkan dengan tetap mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.

Langkah itu menurut dia agar tidak ada lagi anggota Polri yang bertugas dengan keterbatasan personel yang dapat membahayakan keselamatan.

Baca juga: Propam Polda Papua periksa anggota Brimob terkait insiden di Napua

Baca juga: Kapolda Papua sebut pelaku penyerangan Brimob terindikasi KKB

"Jangan sampai peristiwa ini terulang kembali dan memakan korban jiwa. Jika ingin membantu warga, maka seluruh personel yang bertugas harus seluruhnya terjun bukan hanya dua personel," ujarnya.

Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI itu mendorong pemerintah dapat melakukan pendekatan persuasif kepada para tokoh agama, masyarakat serta adat dalam menyelesaikan konflik di tanah papua.

Andi Rio menilai langkah itu sangat penting demi terwujudnya situasi yang kondusif, karena semua pihak ingin Papua kembali tenang, aman dan damai.

"Jangan sampai konflik ini berkepanjangan dan akan berdampak pada berbagai sektor, Negara tidak boleh kalah oleh kelompok OTK dan KKB," katanya.

Baca juga: Polda Papua: Dua senjata yang dirampas dari polisi di tangan KKB Nduga

Sebelumnya, insiden tewasnya anggota Brimob Polda Papua beserta hilangnya dua pucuk senjata api terjadi di Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya Sabtu (18/6) sekitar pukul 17.00 WIT.

Dua pucuk senjata api organik Polri yang dibawa lari pelaku yaitu senjata bahu jenis AK101 dan senjata bahu jenis SSG08 (sniper).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel