Anggota DPR sebut ibu jadi kekuatan ekonomi keluarga

Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan peran para ibu merupakan kekuatan perekonomian di keluarga masing-masing dengan mengakses program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat, Misbakhun mendorong para ibu rumah tangga yang menjadi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat mengoptimalkan program tersebut.

"Ibu-ibu semua yang menjadi pahlawan di rumah masing-masing, dan yang menjadi tokoh utama dari kepahlawanan ibu-ibu ialah PNM," kata Misbakhun saat menghadiri Sosialisasi Manfaat Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Onboarding Media Sosial di Kota Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (27/10).

Pelatihan tersebut bertujuan untuk mendorong para nasabah PNM meningkatkan pengetahuan berusaha dengan memiliki NIB. Jumlah peserta pelatihan itu mencapai 1.200 nasabah PMN, baik yang hadir secara luring maupun daring.

Dia menjelaskan PNM mendapat penugasan dari negara untuk mengelola UMKM di masyarakat. Hingga Oktober 2022, PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp148,61 triliun kepada 12,95 juta nasabah Mekaar.

"PNM ini luar biasa karena menjadi sebuah motor penggerak bagi perekonomian nasional. Tulang punggung perekonomian nasional kita ditopang sepenuhnya kelompok usaha kecil dan menengah," jelasnya.

Baca juga: PNM targetkan 10 ribu pelatihan terhadap 400 ribu UMKM tahun 2022

Oleh karena itu, dia menilai PNM telah melakukan langkah luar biasa. PNM berani bertarung di tataran paling sulit yang dikerjakan korporasi mana pun.​​​​​​​

"PNM ini sangat membahagiakan dan membanggakan saya. Penugasan negara dijalankan melebihi dari harapan kita semua yang selama ini memutuskan kebijakan," katanya.

Para ibu yang merintis UMKM ternyata sangat loyal, mandiri, dan amanah dalam mengelola uang. Misbhakun juga memuji para ibu pelaku UMKM yang mampu menciptakan lapangan kerja sendiri dengan sedikit bantuan negara.

"Negara hanya menyediakan sedikit fasilitas yaitu menyediakan pinjaman untuk membiayai usaha, tetapi ibu-ibu telah menciptakan pekerjaan untuk ibu-ibu sendiri, bahkan mungkin tetangga pun diajak untuk ikut bergabung," tuturnya.

Menurut Misbakhun, ibu-ibu pelaku UMKM tidak hanya mampu menggaji diri sendiri, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi di tingkat bawah.

"Kalau ekonomi di tingkat bawah bergerak, itu akan menggerakkan apa pun di atasnya sebagai sebuah ekosistem perekonomian," ucapnya.

Dia berharap para ibu yang mendapatkan modal dari PT PNM itu benar-benar menjaga kepercayaan.

"Tolong apa yang menjadi amanah, yang menjadi pengikatan kredit ibu-ibu dengan PNM dijaga dengan benar. Usaha ibu-ibu semua ini telah membuat Indonesia tetap menjadi negara yang dihormati oleh negara lain," ujar Misbhakun.

Turut hadir dalam sosialisasi itu antara lain, Wakil Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Malang Sugiarto Kasmuri, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang Aryo T Wibowo, dan EVP Bisnis PT PNM Sasono Hantarto.


Baca juga: PNM Serang gelar pelatihan 'community leaders' dukung UMKM naik kelas