Anggota DPR: Tingkat konsumsi ikan perlu seperti Jepang

Royke Sinaga
·Bacaan 2 menit

Anggota Komisi IV DPR RI Slamet menyatakan tingkat konsumsi ikan nasional perlu mengikuti pola konsumsi seperti di Jepang agar dapat mengatasi sejumlah permasalahan gizi seperti mengentaskan fenomena stunting di Tanah Air.

"Kalau mau cerdas idealnya seperti di Jepang 140 kilogram per kapita per tahun. Target kita nasional (tahun 2021) ada di angka 60 kilogram per orang per tahun untuk mengonsumsi ikan," kata Slamet dalam rilis di Jakarta, Minggu.

Potensi sumber daya laut di Indonesia sangat tersedia dengan melimpah sehingga menjadi PR pemerintah untuk memberdayakannya dengan optimal.

Slamet, melalui program Safari Gerakan Makan Ikan hasil kerja sama KKP-Komisi IV DPR RI, telah membagikan 1.000 paket ikan di wilayah Kabupaten Sukabumi dalam rangka meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan konsumsi ikan, mendukung penurunan stunting, mempromosikan produk perikanan sebagai makanan kaya gizi dan protein, serta menyalurkan pada masyarakat untuk menjamin pemenuhan gizi dan kesehatan,” kata Slamet.

Sebelumnya, Kepala Badan Riset dan SDM KKP Sjarief Widjaja menyatakan pelatihan pengolahan hasil perikanan di sejumlah daerah secara daring diyakini bakal melesatkan tingkat konsumsi ikan nasional.

"Inovasi olahan ikan juga sangat penting dalam peningkatan angka konsumsi ikan nasional," kata Sjarief.

KKP menargetkan tingkat konsumsi ikan sebesar 62,50 kg/kapita/tahun di tahun 2024 yang sebelumnya 56,39 kg/kapita/tahun di tahun 2020.

Untuk itu, pelatihan seperti pengolahan hasil perikanan tersebut juga menjadi salah satu strategi KKP untuk mencapai target konsumsi ikan.

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan Abdul Halim mengingatkan bahwa program Gemarikan atau Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan harus disertai dengan langkah untuk melesatkan hilirisasi sektor perikanan nasional.

Menurut Abdul Halim, sejumlah langkah untuk melakukan hilirisasi tersebut antara lain memastikan bahwa semua ikan yang ditangkap nelayan memiliki kemudahan akses kepada konsumen.

KKP menggelar acara Safari Gerakan Memasyaratkan Makan Ikan (Gemarikan) sebagai upaya untuk meningkatkan konsumsi ikan nasional yang dinilai bermanfaat antara lain guna mengurangi stunting.

Kegiatan yang bermitra dengan Komisi IV DPR RI itu adalah berupa program edukasi dan pembagian paket ikan beserta olahannya ini akan menyasar 112 kabupaten/kota yang tersebar 21 provinsi di Indonesia dan berlangsung mulai Maret hingga Juli 2021.
Baca juga: KKP sebut pelatihan pengolahan hasil perikanan bakal lesatkan konsumsi
Baca juga: Hari Ikan Nasional, momentum penting tingkatkan konsumsi ikan