Anggota DPRD DKI Minta Anggaran Jakwifi Rp275 Miliar Dihapus

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menganggarkan Rp275 miliar untuk penambahan titik Jakwifi pada tahun 2023. Jakwifi merupakan program penyediaan Wi-Fi gratis di daerah-daerah yang tidak terjangkau layanan internet.

Namun anggota Komisi A DPRD DKI Syarifudin meminta anggaran itu dihapus. Menurutnya, banyak warga yang tidak mengetahui program tersebut.

"Saya rekomendasi, pimpinan, terkait Jakwifi dari sejak awal program ini diluncurkan sampai sekarang, saya minta data foto di mana-mana saja enggak ada. Tiap saya turun (ke lapangan), enggak ada yang tahu tuh masyarakat apa program Jakwifi. Jadi penambahan tahun 2023, saya rekomendasi dihapus aja pimpinan," kata Syarifudin saat rapat pembahasan dan pendalaman komisi-komisi terhadap Raperda tentang APBD tahun anggaran 2023 dengan Komisi A DPRD DKI di Grand Cempaka, Bogor, Jawa Barat, Selasa (15/11).

Syarifudin mengusulkan, anggaran Jakwifi dialihkan untuk bantuan langsung tunai (BLT). "Maksud saya, BLT BBM kebagian satu RT paling Rp7-10 (juta). Mending alihin ke situ, dampaknya lebih," terang Syarifudin.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa program Jakwifi diperuntukkan bagi sekolah-sekolah. Kini, sekolah sudah menerapkan tatap muka 100 persen.

"Sementara Jakwifi sebetulnya program untuk sekolah yang dirumahkan," ujar Syarifudin.

Untuk diketahui, berdasarkan dokumen rancangan APBD tahun anggaran 2023 yang diterima merdeka.com, penambahan titik Jakwifi dianggarkan sebesar Rp275.304.661.814. [cob]