Anggota DPRD Tersangka Penembakan Warga, Gerindra Siapkan Pembelaan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra Jawa Timur bakal memberikan pendampingan hukum kepada kadernya berinisial H yang terjerat kasus penembakan warga di Sepulu, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Maret 2021 lalu. Anggota DPRD Bangkalan itu kini sudah diterapkan sebagai tersangka.

"Karena yang bersangkutan adalah kader Gerindra, maka Partai Gerindra akan memberikan bantuan hukum kepada yang bersangkutan, karena ini tentu harus dibedah betul persoalannya sampai terang benderang," kata Plt Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Anwar Sadad, dikonfirmasi VIVA pada Jumat, 21 Mei 2021.

Kendati begitu, Gerindra menyerahkan sepenuhnya proses hukum kasus tersebut kepada aparat penegak hukum. "Karena tentu aparat penegak hukum yang lebih memiliki kemampuan dan kewenangan untuk mengoreksi persoalan ini," tandas Sadad.

Gerindra, lanjut Wakil Ketua DPRD Jatim itu, akan menghormati segala keputusan yang dikeluarkan majelis hakim apabila perkara tersebut sudah masuk pengadilan. Sadad tak menjelaskan apa yang akan dilakukan partainya terhadap H, termasuk sanksi yang akan diberikan jika H terbukti melakukan penembakan.

Kasus itu bermula dari peristiwa penembakan oleh orang tak dikenal di Sepulu, Bangkalan, pada Minggu dini hari, 28 Maret 2021 lalu. Di lokasi, ditemukan korban L dalam kondisi tidak bernyawa dengan luka tembak di dekat ketiak bagian kanan.

Tak sampai 24 jam, aparat kepolisian berhasil menangkap S dan M dan menetapkan keduanya sebagai tersangka. Keduanya juga ditahan. Hasil penyidikan diketahui, S dan M ternyata karyawan di toko milik H. Dari keterangan keduanya dan keterangan sejumlah saksi polisi kemudian menerapkan H sebagai tersangka.

"[Tersangka] H ini eksekutornya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Gatot Repli Handoko di Markas Polda Jatim di Surabaya, Jumat.

Kasus bermula ketika sepeda motor milik karyawan H hilang diduga dicuri di toko milik H. Korban pun jadi sasaran tuduhan karena ia dikenal sebagai pencuri kendaraan bermotor. "Korban ini residivis kasus pencurian kendaraan bermotor," tandas Gatot.

Ketiga tersangka kemudian mendatangi rumah korban. Di sana tersangka meminta korban agar mengembalikan sepeda motor yang hilang. Korban mengelak tudingan itu dan cekcok pun terjadi. Puncaknya, tersangka H menembak korban hingga tewas. H menembak korban dengan senjata api rakitan jenis revolver kaliber 38 mm.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel