Anggota Jadi Korban Longsor Sumedang, KSPSI Kirim Tim Tanggap Bencana

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 1 menit

VIVA – Bencana tanah longsor di wilayah Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terjadi Sabtu kemarin. Proses evakuasi para korban pun terus dilakukan.

Musibah ini membawa duka bagi keluarga besar Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Sebab, salah satu anggota atas nama Dadang Kusnadi, dinyatakan hilang tertimbun longsor susulan pada saat melakukan evakuasi kepada para korban. Dadang diketahui merupakan anggota brigade KSPSI Kabupaten Sumedang.

Baca juga: Sosok Pilot Sriwijaya Air SJ 182, Purnawirawan TNI AU yang Agamis

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengatakan, pihaknya telah memberikan instruksi kepada tim tanggap bencana KSPSI pusat untuk segera berangkat ke lokasi longsor di Sumedang.

"Fokus kami membantu Pemda Sumedang untuk penanganan korban longsor juga pencarian korban yang belum ditemukan. Termasuk anggota KSPSI Dadang Kusnadi," katanya kepada wartawan di Jakarta, Minggu 10 Januari 2021.

Andi Gani menegaskan, KSPSI menyiapkan bantuan maksimal untuk membantu korban longsor. Apalagi, KSPSI memiliki tim tanggap bencana yang sudah memiliki pengalaman dalam membantu penanganan Bencana di Tanah Air seperti gempa Aceh, Lombok dan lainnya.

"Saat ini pengurus KSPSI Kabupaten Sumedang sudah berada di lokasi untuk membantu para korban," ucapnya.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan Komandan Rayon Militer (Danramil) Cimanggung serta Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumedang tercatat menjadi korban longsor tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangannya yang diterima di Bandung, Minggu, mengatakan dua petugas itu turut tertimbun longsor susulan saat menangani longsor pertama.

"Dari jumlah meninggal, Danramil Cimanggung Kapt Inf Setio Pribadi dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang (Yedi) turut menjadi korban," tambahnya.