Anggota Komisi I Minta Panglima TNI dan Kasad Datang Bersamaan ke DPR

Merdeka.com - Merdeka.com - Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon mengaku, adanya perbedaan antara Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa dengan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurrahman begitu terasa. Hal ini tak ingin berdampak pada institusi TNI.

"Kami mendapat informasi cukup lama dari sejak mereka baik Pak Andika sebagai Panglima dilantik, dan Pak Dudung sebagai Kasad. Mungkin selama ini bagi kami ya itu hal yang biasa ada perbedaan pandangan pendapat, tetapi kemudian lama-lama kan terasa itu. Jadi hal-hal yang jadi serius menyangkut berdampak kepada kinerja daripada TNI sendiri," kata Effendi kepada wartawan, Kamis (8/9).

Oleh karena itu, ia ingin agar dua jenderal TNI bintang empat tersebut datang bersamaan dan menjelaskan terkait dengan perbedaan atau hubungan keduanya.

"Kami semua merasa ya perlu menanyakan kepada mereka pada Jenderal Andika, Jenderal Dudung. Masalah ini, tolong dijelaskan itu forumnya kemarin, tetapi Pak Dudung enggak datang. Kita ingin datang bersamaan, sehingga mendapatkan penjelasan dari pihak yang ada," jelasnya.

"Kita punya infonya, tetapi kan enggak mungkin kita yang jawab juga. Kita konfirmasi kepada dia dong, jadi enggak ada itu kalau memang dikatakan tidak ada disharmoni, ya harmoni ya Alhamdulillah," sambungnya.

Menurutnya, penjelasan itu harus disampaikan atau dijelaskan secara bersama agar tidak berdampak pada soliditas dan kerja daripada TNI.

"Kan kita bukan urusan pribadi si A, si B memediasi pribadi A, B ini dalam rangka tupoksi dia menjabat sebagai Panglima dan Kepala Staf, kami komisi I berhak. Karena jangan sampai masalah itu berdampak terhadap integritas soliditas dan kerja fungsi TNI, itu akan merusak stabilitas nasional kita bukan hal yang sederhana itu," ujarnya.

"Jadi kita jangan dulu berbicara lebih, baik dia yang menjawab dulu. Kita harapkan dia hadir panjang kita punya catatan itu," tambahnya.

Apalagi, dalam memberikan penjelasan hal tersebut didampingin dengan Menteri Pertahanan (Menhan). Karena, agar permasalahan ini disebutnya dapat segera terselesaikan.

"Memang Jenderal Andika sudah jawab, tetapi kan enaknya ada Pak Dudung ada, Pak Menhan malah ditengahnya biar clear lah. Masa dari masa ke masa terus terjadi seperti ini, apakah pembiaran apakah ada yang ingin sepeti ini. Kita semua berkepentingan menjaga utuhnya TNI," tutupnya. [eko]