Anggota Komisi VIII Tegaskan Bansos Dikubur di Depok Memicu Kerugian Negara

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi VIII DPR RI menilai penguburan bantuan sosial (bansos) yang ditemukan di dekat gudang di Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat akan merugikan negara. Sebab, bansos tersebut harusnya disalurkan kepada penerima manfaat.

"Soal penguburan itu memicu kerugian negara, menurut saya iya. Karena bantuan pemerintah menjadi tidak tepat sasaran. Namanya bantuan harus tepat sasaran. Selama ini kita kritik keras banyak bansos yang tidak tepat sasaran. Lha ini kok malah dikubur, ya jauh dari tepat sasaran," kata Anggota Komisi VIII DPR RI MF Nurhuda Yusro, saat dihubungi merdeka.com, Senin (1/8).

"Bansos yang tidak tepat sasaran itu muspro (sia-sia), negara menjadi rugi karena memberi kepada yang tidak berhak, dan yang berhak malah tidak dapet," sambungnya.

Lebih lanjut, Nurhuda menilai, tindakan penguburan bansos adalah tindakan tidak terpuji. Menurutnya, alasan karena adanya kerusakan pun harusnya tidak langsung dikubur tetapi dikomunikasikan dengan pihak terkait.

"Itu tindakan tidak terpuji. Bantuan sosial kok dikubur, padahal seharusnya didistribusikan ke pihak-pihak yang berhak. Ada alibi katanya rusak, makanya dikubur. Apakah sudah ada laporan rusak sebelum dikubur? Apakah sudah ada komunikasi? Harusnya dikomunikasikan dengan pemerintah," tegasnya.

Sebelumnya, viral video berdurasi 6 menit 47 detik akan YouTube Menitnews TV yang memperlihatkan penemuan sembako oleh warga. Sembako itu ditemukan telah dikubur oleh orang tak bertanggungjawab.

"Akhirnya ditemukan sembako yang ditimbun sebanyak 1 ton dikeluarkan Pitajaya," kata seseorang dalam video tersebut yang dilihat merdeka.com.

Menurut pria dalam video itu, sembako itu merupakan bantuan dari presiden di kala pandemi Covid-19. "Sembako ini bantuan dari presiden yang semestinya diberikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya tetapi ini mala ditimbun," katanya.

Sementara PT Tiki Jalur Nugraha Ekakulir (JNE) buka suara terkait penimbunan bansos. Penimbunan disebut-sebut dilakukan di dekat gudang kawasan Sukmajaya. JNE mengakui telah menimbun bansos itu.

"(Yang melakukan penimbunan atau penguburan sembako JNE) Iya betul," kata Head of Media Relation Departement, Kurnia Nugraha kepada merdeka.com.

Namun Kurnia langsung memberikan penjelasan soal keputusan JNE mengubur bansos-bansos tersebut. Sebab, bansos itu telah mengalami kerusakan. Karena itu, dia meyakini penguburan bansos tidak menyalahi aturan dan telah sesuai dengan prosedur.

"Jadi itu memang beras yang rusak. Dan memang bisa dibilang berasnya itu sesuai ini sudah terjadi pergantianlah, jadi sudah tidak layak dan karena sudah rusak," jelasnya. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel