Anggota Kostrad Korban Bentrok dengan Brimob Tutup Usia

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO - Satu anggota Kostrad Gorontalo, Prajurit Dua Firman, yang menjadi korban bentrok dengan sekelompok anggota Brimob pada 21 April lalu, akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Aloei Saboe Kota Gorontalo, Kamis (26/4).

Firman, yang sempat kritis setelah mengalami luka tembak hingga menembus dadanya, pada bentrok lalu, di Kompleks perkantoran pemerintah Kabupaten Gorontalo.

Jenazah diberangkatkan dari Bandara Jalaluddin Gorontalo, dengan pesawat Hercules milik TNI, menuju kampung halamannya, Makassar, Sulawesi Selatan, pukul 10.15 Wita.

Bentrokan terjadi di Gorontalo, pada pada Sabtu (21/4) pukul 23.30 WITA ketika satu regu anggota Brimob sedang mengadakan kegiatan patroli di wilayah Polres Limboto. Di tempat itulah kejadian berawal, ketika ada sekelompok orang yang melempari batu dan botol ke arah anggota Brimob yang sedang mengadakan Patroli.

Akibat pelemparan batu dan botol tersebut ada dua anggota brimob yang terluka. Kedua orang anggota Brimob yang terluka tersebut adalah Briptu Sarifudin dan Briptu Asrul, mereka berdua terkena luka dibagian kepala, sehingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit Limboto.

Bentrokan tak berhenti sampai di situ. Setelah kejadian pelemparan para anggota Brimob kembali ke Polres Limboto, lalu anggota Brimob lain melakukan pengecekan kembali ke sekitar tempat kejadian dan razia di sekitar Ahad pukul 01.00 WITA.

Dari razia tersebut dapat diamankan dua orang anggota TNI. Namun, anggota TNI yang lainnya justru melakukan perlawanan bahkan mencoba menabrak dengan sepeda motor terhadap anggota brimob tersebut. Sehingga, akhirnya aksi penembakan pun tak dapat dihindari. Akibat penembakan itu menurut Taufik empat anggota TNI terkena luka tembak peluru karet.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.