Anggota Militer Myanmar Ini Pilih Jadi Desertir Dukung Demokrasi

Ezra Sihite
·Bacaan 1 menit

VIVA – Seorang tentara bernama Shing Ling mengenakan seragamnya menunjukkan simbol tiga jari sebagai dukungan atas gerakan demokrasi di Myanmar. Diketahui bahwa dia ternyata memilih mundur dari militer dan menjadi desertir demi bergabung dengan gerakan demokrasi antikudeta di negara itu.

Foto Shing Ling dengan seragam dan menunjukkan simbol 3 jari itu diunggah di laman akun Facebook belum lama ini dilansir France24. Unggahan pria 30 tahun ini mendapat perhatian manakala tentara Myanmar dalam sepekan terakhir amat keras dalam memadamkan demokrasi bahkan dengan cara-cara yang mematikan.

Unggahan militer desertir itu bahkan dibagikan hingga ribuan kali dan dihujani komentar netizen yang memuji sikap dan keberaniannya.

Sejak kudeta militer terjadi pada awal Februari 2021, dilaporkan setidaknya sudah 180 orang yang tewas di tangan aparat.

"Saya sangat merasa bersalah melihat kondisi ini sejak 1 Fabruari, " kata Shing Ling.

Selain tidak terima dengan penangkapan pemimpin Aung San Suu Kyi yang alasannya dibuat-buat, dia mengatakan tindakan represi militer hingga makan korban jiwa menjadi alasan lainnya. Apalagi dalam demo yang terjadi pada awal Maret 2021 ini.

Sebagai anak yatim piatu, Shing Ling mengatakan dia masuk militer sejak usia remaja dan korps itu sebenarnya sudah bak rumah baginya. Namun revolusi informasi membuatnya banyak belajar soal politik termasuk di negaranya. Junta Militer yang melakukan kudeta dan menangkap Aung San Suu Kyi membuatnya kini berubah pikiran. Dia memilih mendukung demokrasi.