Anggota MPR: Operasi di Papua Tidak Efektif

Syahrul Ansyari, Anwar Sadat
·Bacaan 1 menit

VIVA - Anggota MPR Fraksi Partai Golkar Dave Akbarshah Fikarno Laksono menilai insiden penembakan Kabin Papua sebagai cermin penanganan konflik Papua yang tidak efektif. Operasi yang selama ini dilakukan di Papua dianggap tidak memberikan hasil maksimal.

"Yang terjadi di Papua ini memang suatu tragedi. Ini membuktikan bahwa operasi yang terjadi selama ini berpuluh-puluh tahun di Papua tentu tidak efektif," kata Dave dalam diskusi Kebangsaan MPR RI di Media Centre DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 26 April 2021

Karena kebrutalannya yang tak bisa ditolerir, Dave sejak awal tak mau menyebut KKB, namun Dave lebih setuju dengan penyebutan kelompok separatis. Menurut Dave, mereka jelas-jelas separatis teroris yang dengan kejam membunuh bahkan dengan sesama warga Papua sendiri.

Dave juga mengingatkan, sampai saat ini ada sejumlah masalah di Papua yang belum dapat diselesaikan seperti salah satunya kesejahteraan. Masalah-masalah itu harus segera diselesaikan secara menyeluruh baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah (pemda).

"Ini tidak bisa dengan hanya penumpasan kombatan-kombatan yang ada sekarang, tetapi pendekatan sosial budaya ekonomi, pembangunan SDM, melihat betul situasi kondisi di sana," ujar Dave.

Baca juga: Gugur Ditembak OPM, Jenazah Bharada Komang Dievakuasi ke Timika

Sebab, pembangunan infrastruktur, terkhusus di bidang pangan penting untuk mengatasi jauhnya perbedaan harga bahan-bahan pokok di Papua dan wilayah lain di Indonesia. Selama ini lanjut Dave, bahan-bahan kebutuhan masyarakat berasal dari Jawa ataupun dari Sulawesi, sementara pembangunan infrastruktur di bidang pangan tak berjalan.

"Bahkan kita juga melihat kualitas hidup Papua di Manokrawi Jayapura itu temasuk 10 kota termahal di Indonesia. Kenapa, karena bahan baku makanan harus diimpor," ujar Dave.

Selama berpuluh tahun menurut Dave apa yang dilakukan untuk Papua tidak menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat Papua. "Pendekatan militer perlu dengan menumpas KKB, namun pembangunan infrastruktur maupun SDM Papua jangan sampai terabaikan," ujarnya.