Anggota Parlemen India Ancam Cerai Istri yang Pindah ke Partai Saingan

Mohammad Arief Hidayat, BBC Indonesia
·Bacaan 3 menit
Saumitra Khan dan Sujata Mondol Khan
Saumitra Khan dan Sujata Mondal Khan menjadi suami istri lebih dari 10 tahun.

Hubungan suami-istri di negara bagian Benggala Barat mencapai titik terparah dan menjadi pemberitaan setelah istrinya pindah ke partai saingan dan sang suami mengancam akan menceraikannya.

Hari Selasa lalu (22/12), Saumitra Khan, seorang anggota parlemen dari partai Perdana Menteri Narendra Modi, Bharatiya Janata BJP), mengirimkan surat cerai kepada istrinya, Sujata Mondal Khan, sehari setelah ia bergabung dengan partai yang memerintah di negara bagian itu, Partai Trinamool Congress (TMC).

Benggala Barat tengah bersiap menyelenggarakan pemilihan parlemen dan terjadi persaingan sengit antara BJP dan TMC.

Dalam jumpa pers di ibu kota negara bagian itu, Kolkata (dulu Calcutta), pada Senin (21/12), Sujata Mondal Khan mengumumkan keputusannya untuk meninggalkan BJP dan menyebutkan alasan di balik keputusannya.

Sujata mengatakan BJP tidak menghormatinya dan mengambil beberapa "pemimpin korup" dari partai-partai saingan, dan menjanjikan hadiah dengan imbalan kesetiaan terhadap partai.

"BJP menjadi tim B Trinamool. Jadi mengapa saya harus tetap di partai ini? Mengapa saya tidak pindah ke tim A, TMC?" katanya.

Beberapa jam kemudian, dalam jumpa pers yang diorganisasi mendadak, sang suami, Saumitra Khan, 40 dengan menahan air mata, menyatakan kemarahannya.

Ia mengatakan akan "memutus hubungan 10 tahun" dengan istrinya. Jumpa pers itu disebut warga setempat sebagai "dramatis".

Saumitra meminta istrinya untuk tidak menggunakan nama keluarganya, "Jangan pakai nama keluarga "Khan", jangan menyebut sebagai istri Saumitra Khan. Saya izinkan kamu untuk gunakan kebebasan dalam meraih tujuan politikmu," katanya seperti dikutip Press Trust of India.

Dia kemudian menuduh partai Trinamool "merusak rumah tangganya".

"TMC mencuri istri saya, mencuri cinta saya," katanya.

Diburu media - perkembangan "dramastis"

Seorang wartawan senior mengatakan perkembangan itu sebagai "drama politik yang tak pernah kita saksikan sebelumnya".

Perkembangan itu juga menjadi berita utama di koran-koran dan saluran televisi, yang banyak ditunggu-tunggu orang.

Sejak jumpa pers itu, pasangan itu diburu media dan mereka memberikan wawancara terpisah beberapa kali.

Kehidupan pribadi dan politik pasangan itu menjadi bahan pemberitaan.

"Dia dulu cinta saya. Dia dulu istri yang sangat baik... Tentu saya emosional. Kami bersama selama 10 tahun," kata sang suami.

Ia mengakui bahwa istrinya berperan dalam kemenangannya dalam pemilu tahun lalu. Sujata ikut berkampanye untuk suaminya dengan mengunjungi rumah-rumah dan berkunjung ke desa-desa terpencil.

"Namun cerita kami selesai. Saya tak punya hubungan lagi dengan dia," katanya. "Saya terima bahwa Sujata bukan lagi untuk saya."

Kepada wartawan lain, ia menyanggah klaim istrinya bahwa ia tidak dihargai di BJP.

"Modi menganggapnya sebagai adik. Apa lagi yang dia perlu minta," katanya.

Sujata sendiri juga menangis saat wawancara dan menuduh suaminya mengabaikannya dalam 10 bulan terakhir.

"Ia sibuk dengan politik. Ia tak punya waktu untuk saya. Selama berbulan-bulan, ia bahkan tak pernah tanya apakah saya sudah makan atau belum, apakah tidur saya nyenyak," katanya.

Dia juga menuduh para pemimpin BJP "memengaruhi" suaminya dan mencoba "merusak perkawinan kami."

"Siapa yang membisikkan Soumitra untuk mengancam menceraikan saya," katanya dalam acara TV, menahan tangis.

Pindah partai umum terjadi di India. Saumitra Khan sendiri memulai kariernya di Partai Kongres, pindah ke TMC pada 2013 dan bergabung ke BJP baru pada Januari 2019.

Namun contoh-contoh pasangan suami istri dari partai yang berbeda juga ditemukan di India dan negara-negara lain.

Di Benggala juga ada - seperti diungkapkan Sujata - "ada ayah dan anak, paman dan keponakan dan kakak adik yang mendukung partai yang berbeda dan tetap "hidup berdampingan dengan bahagia".

"Itu konspirasi BJP, mereka meminta dia untuk menceraikan saya. Namun saya rasa politik dan pribadi adalah kehidupan yang terpisah dan harus tetap terpisah."

Masalah pasangan suami istri ini tampaknya masih akan terus berlanjut apa lagi menjelang pemilu.