Anggota Parlemen Israel Ingin Bisa Pencet Tombol Usir Orang Palestina dari Tepi Barat

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang anggota parlemen Israel menuai kecaman setelah mengatakan dia berharap bisa memencet tombol untuk mengusir orang Palestina dari wilayah pendudukan Tepi Barat dan Israel.

"Kalau ada tombol yang bisa saya pencet, yang bisa mengusir semua orang Arab dari sini, dan mengirim mereka dengan kereta ke Swiss, saya mau memencetnya," kata politikus Israel bernama Matan Kahana dalam sebuah video yang disiarkan stasiun televisi lokal Israel kemarin, seperti dilansir laman Aljazeera, Rabu (15/6).

Kahana adalah anggota dari partai kanan Yamina yang juga adalah partainya Perdana Menteri Naftali Bennett. Kahana sebelumnya menjabat sebagai menteri agama.

"Orang Arab punya cerita mereka sendiri, kita tahu itu bohong dan omong kosong," kata Kahana kepada siswa menengah di Israel.

"Mereka bilang merekalah yang tadinya tinggal di sini dan kita baru datang lalu mengusir mereka."

Komentar itu membuat marah anggota parlemen asal Palestina di Knesset (parlemen Israel) yang sebagian dari mereka adalah anggota dari koalisi yang berisi delapan partai berbeda ideologi.

Anggota Knesset asal Palestina Ahmad Tibi menulis, "Ada tombol yang bisa mengusir Anda dari pemerintahan dan Knesset. Saya akan memencetnya langsung."

Ada 1,8 juta orang Palestina yang jadi warga negara Israel atau sekitar 20 persen populasi.

Meski menjadi warga negara Israel dan punya hak memilih, mereka kerap mengalami diskriminasi dan penindasan. Komunitas Palestina di Israel juga mengalami hal yang sama.

Kelompok pembela hak asasi Amnesty International menyebut kebijakan Israel terhadap Palestina selama ini apartheid.

Negeri Bintang Daud juga terus memperluas pembangunan pemukiman ilegal di tanah Palestina. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel