Anggota Paspampres Pukul Sopir Truk di Solo Berujung Minta Maaf

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasus dugaan pemukulan oleh anggota Paspampres di simpang empat Girimulyo, Manahan, Solo, viral di media sosial twitter. Akun @txtdrberseragam mengunggah peristiwa tersebut pada Kamis (11/8) pukul 21.10 WIB.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka melalui akun Twitternya, @gibran_tweet, memberikan tanggapan. Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu berjanji untuk mencari pelaku pemukulan terhadap korban yang merupakan sopir truk tersebut.

"Saya cari orangnya," tulis Gibran.

Hari ini, Gibran pun memanggil pelaku pemukulan bernama Hari Misbah yang merupakan anggota Paspampres ke Balai Kota Solo. Gibran juga memanggil korban yang merupakan sopir truk dan pemilik mobil rental serta sopir yang digunakan anggota Paspampres.

Usai pertemuan, Hari Misbah mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada korban maupun masyarakat Kota Solo.

"Saya salah, saya minta maaf atas kesalahan saya dan tidak akan mengulangi kesalahan saya. Saya minta maaf kepada bapak yang saya pukul dan keluarganya. Karena perbuatan saya, mungkin menyakiti hati dan keluarganya," ujarnya.

Kronologi kejadian

Hari menceritakan, saat kejadian dia sedang dalam perjalanan menuju kawasan Sumber dengan. Mobil yang ditumpanginya berjalan dari arah timur Jalan Ahmad Yani. Setiba di simpang empat Girimulyo lampu APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas) menunjukkan warna merah.

"Posisi sudah merah kami masih maksain maju, terus dari depan mobil udah nutup," katanya.

Di saat bersamaan, lanjut dia, melintas truk dari arah Tugu Wisnu berbelok kiri ke arah yang sama. Kedua kendaraan pun akhirnya saling bersenggolan. Mobil yang ditumpangi Hari dan sopirnya pun mengalami kerusakan.

"Ada kerusakan tapi masih asuransi," bebernya.

Selain melakukan pemukulan, sopir mobil yang ditumpangi Hari juga meminta SIM milik sopir truk. Hal tersebut dimaksudkan untuk mempermudah komunikasi usai peristiwa. Namun saat ini SIM yang dibawa pemilik mobil rental yang digunakan Hari tersebut sudah dikembalikan.

"Sudah ketemu tadi sama bapaknya, SIM sudah dikembalikan," terangnya.

Hari menambahkan, saat kejadian tidak ada keperluan mendesak. Dia juga tidak sedang melakukan pengawalan terhadap keluarga presiden.

"Siap tidak ada (pengawalan), murni kesalahan saya," katanya lagi. [cob]