Anggota Polda Sumsel Tiba-Tiba Pukul PM Kodam Sriwijaya Sedang Atur Lalulintas

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang anggota Biddokkes Polda Sumatera Selatan inisial MS diduga melakukan pemukulan terhadap anggota Kodam II Sriwijaya. Kasus ini sudah resmi dilaporkan dan sedang diselidiki polisi.

Peristiwa penganiayaan itu terekam CCTV terpasang di Jalan Jenderal Sudirman, KM 4, Palembang. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (13/9) kemarin.

Bermula saat anggota polisi militer dari Kodam II Sriwijaya dengan seragam lengkap membantu siswa yang menyeberang jalan. Kebetulan, lalu lintas di lokasi sedang padat merayap.

Korban Ditampar Hingga Helm Lepas

Tiba-tiba datang pelaku yang mengendarai sepeda motor. Pelaku mengenakan seragam olahraga Polda Sumsel. Dia menghampiri korban.

Kemudian, prajurit TNI dan anggota Polri itu tampak cekcok mulut. Entah persoalan apa yang menjadi perdebatan mereka, pelaku menampar wajah korban hingga helmnya terlepas. Tak terima, prajurit TNI itu membalas tamparan yang sama.

Kejadian itu menjadi perhatian pengendara yang melintas. Tak lama kemudian, pelaku diamankan beberapa teman sejawatnya.

Minta Prajurit TNI Tak Terprovokasi

Kapendam II Sriwijaya, Letkol Kav Rohyat Happy Ariyanto menjelaskan, anak buahnya tersebut sudah melapor secara resmi ke Polda Sumsel. Informasi sementara, kejadian itu disebabkan kesalahpahaman dan berharap polisi memprosesnya hingga tuntas.

"Korban sudah melapor, laporannya sedang ditangani Polda Sumsel," ungkap Rohyat, Rabu (14/9).

Rohyat berpesan pada prajurit TNI lainnya agar tidak terprovokasi dan tetap menjaga kondusivitas serta mengontrol emosi. Dia menegaskan kasusnya diserahkan sepenuhnya kepada kepolisian.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi menyebut anggota polisi yang melakukan pemukulan terancam dikenakan sanksi tegas. Sebab, Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto mewanti-wanti anggotanya tidak terlibat kasus hukum.

"Bapak kapolda menegaskan jika ada anggota yang terlibat kasus hukum akan diproses dan disanksi secara tegas," kata dia. [lia]