Anggota polisi gerebek istrinya saat selingkuh di losmen

MERDEKA.COM. NS (37), warga Ngaglik, Sleman, Yogyakarta digerebek suaminya sendiri, Aipda Sut saat asyik bercumbu bersama kekasih gelapnya berinisial RO di sebuah losmen daerah Kecamatan Wonosari, Gunung Kidul, Selasa (12/2).

Aksi penggrebekan ini dilakukan Aipda Sut, setelah perselingkuhan NS dengan RO sudah lama tercium. Terlebih lagi saat Aipda Sut membaca SMS mesra dari RO yang dibacanya beberapa kali di handphone istrinya.

“Berdasarkan SMS yang saya baca sudah ketahuan kalau istri saya punya selingkuhan. Tetapi saya masih belum bisa membuktikan sehingga menunggu saat-saat yang tepat untuk membuktikannya,” kata Sut saat mengamankan keduanya usai di grebeg di Polres Gunung Kidul, Yogyakarta.

Aipda Sut mulai merasa curiga dengan gelagat istrinya akhirnya memutuskan untuk membuntuti dan mencermati gerak-gerik istrinya NS itu. Sut bersama rekanya menunggu di Jalan Piyungan, setelah sebelumnya Sut sudah mengetahui identitas pria idaman lain NS.

“Selingkuhan istri saya orang Gunung Kidul, karenanya saya menunggu di Piyungan jalan utama menuju Gunung Kidul,” tuturnya.

Setelah selama satu jam menunggu dengan sabar, NS melintas dari arah Kota Jogjakarta menuju Wonosari, Gunungkidul. Sut kemudian membuntutinya. Sampai di Jalan Baron, tepatnya di depan Pasar Baleharjo, NS berhenti, lalu menghampiri seorang pria yang belakangan diketahui berinisial RO. Keduanya kemudian pergi bersama dan masuk ke sebuah losmen.

Sekitar 15 menit di dalam losmen, Sut yang sudah terbakar amarah akhirnya menyusul masuk, lalu menggerebeknya. Sut yang juga anggota Polresta Yogyakarta itu akhirnya membawa kedua pasangan selingkuh ke Mapolres Gunungkidul untuk ditindaklanjuti secara hukum.

“Ternyata hanya sebatas itu saja kesetiaan istri saya," katanya sambil menutupi kedua telapak tangan di wajahnya.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Suhadi kepada wartawan menjelaskan pihaknya masih menyelidiki kasus perselingkuhan ini. “Saat ini kita masih mendengar dari keterangan kedua belah pihak. Kita masih akan terus memproses kasus perselingkuhan ini,” ujar Suhadi.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.