Anggota Tabrak Warga hingga Tewas, FPI Jateng Minta Maaf

Tribunnews.com, Semarang — Ketua Tim Advokasi FPI Jateng Zainal Abidin meminta maaf atas tertabraknya seorang perempuan oleh kendaraan yang dikemudikan anggota FPI.

"Secara pribadi dan atas nama FPI saya meminta maaf dan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya bagi korban yang meninggal. Namun, proses hukum tetap berlangsung lantaran banyak juga warga yang melakukan perusakan," ujar Zainal Abidin, yang ditemui Tribun Jateng di Mapolda Jateng, Kamis (18/7/2013) malam.

Zainal menambahkan, saat ini semua anggota FPI yang sempat tertahan di Masjid Agung Sukorejo telah dievakuasi ke Polres Kendal. Zainal menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk pemulangan mereka.

"Pemulangan pasukan FPI nanti akan koordinasi dengan polisi. Kalau tidak, ya terpaksa kami pulangkan sendiri," ujarnya.

Selain itu, Zainal meminta kepolisian untuk memberikan perlindungan hukum kepada anggota FPI yang masih berada di tempat kejadian perkara. Satu orang anggota FPI harus menjalani proses hukum karena kasus kecelakaan yang menyebabkan tewasnya seorang pengguna jalan itu.

Namun, Zainal juga meminta ada perlakuan hukum yang sama terhadap masyarakat. "Bagi perusak mobil harap diproses juga. Selain itu, warga juga banyak yang bawa benda tajam seperti pedang," ujarnya. (Muh Radlis)

Baca Juga:

27 Anggota FPI Temanggung Dimintai Keterangan

Sopir Massa FPI Kendal Tersangka

Mobil FPI Tabrak dan Seret Motor Warga Sejauh 50 Meter

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.