Anggota Terakhir Suku Asli Brasil Meninggal di Amazon

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan perlindungan adat Brasil Funai, dua hari lalu menyatakan, anggota terakhir dari suku asli Brasil yang menolak untuk berkontak dengan masyarakat luar telah meninggal.

Dilansir dari CNN, Senin (29/8), pria ini dikenal dengan sebutan "Man of the Hole" atau Manusia Lubang. Dia hidup dalam isolasi total selama 26 tahun terakhir di tanah adat Tanaru, jauh di pedalaman Amazon, Negara Bagian Rondonia, kata organisasi nirlaba Survival International.

Dia diberi julukan itu karena kebiasaannya membuat lubang yang dalam untuk menjebak hewan dan bersembunyi, kata organisasi itu.

Pria itu menolak semua upaya untuk berhubungan dengan masyarakat luar, meskipun pihak berwenang terus memantaunya dari jauh, dan kadang-kadang meninggalkan persediaan untuknya.

Survival International mengatakan sisa sukunya dimusnahkan oleh beberapa serangan sejak 1970-an, terutama serangan dari peternak sapi dan perampas tanah.

"Tidak ada orang luar yang tahu banyak nama pria ini ataupun sukunya -- dan dengan kematiannya, genosida terhadap rakyatnya kini tuntas," kata Fiona Watson, direktur penelitian dan advokasi kelompok tersebut.

"Karena ini memang genosida - pemusnahan yang disengaja dari seluruh orang oleh para peternak yang haus akan tanah dan kekayaan."

Mayat pria itu ditemukan tergeletak di tempat tidur gantung di sebuah gubuk oleh pejabat Funai pada 23 Agustus. Tidak ada tanda-tanda perlawanan, kekerasan atau kehadiran orang lain di daerah itu.

Dia meninggal oleh sebab alami, jasadnya akan menjalani pemeriksaan forensik oleh polisi federal, kata Funai.

Video terakhir "Man of the Hole" dirilis oleh Funai pada 2018, yang menunjukkan dia sedang menebang pohon dengan alat seperti kapak.

Survival International mengatakan lokasi tempat dia berkemah memberikan petunjuk tentang gaya hidupnya -- dia suka menanam tanaman termasuk jagung dan pepaya, dan membuat rumah dari jerami.

Reporter Magang: Gracia Irene [pan]