Angie Tolak Komentari Kasusnya Disebut Cacat Hukum

Liputan6.com, Jakarta : Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Komisaris Polisi Hendi F Kurniawan, membuat pernyataan mengejutkan. Dia menyebut penyidikan kasus dugaan korupsi di Kementerian Pemuda dan Olahraga serta di Kementerian Pendidikan Nasional yang menjerat Angelina Sondakh, cacat hukum.

Namun, Angie tak mau mengomentari pengakuan Kompol Hendi itu. "Saya tidak mau berkomentar terlalu dalam, karena saya tidak mengikuti pemberitaan yang ada, dan saya memilih untuk tidak mengikuti berita," kata Angie di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (29/11/2012).

Putri Indonesia 2001 itu menegaskan, saat ini dia hanya fokus pada kasusnya yang saat ini masih bergulir di pengadilan. "Kalau saya sekarang konsentrasi selesaikan persidangan ini. Sehingga saya bisa konsentrasi ke hal-hal yang lain juga. Sampai saat ini, pengacara dan orang tua saya selalu mengingatkan untuk fokus," ujarnya.

Kompol Hendi menyebut, tidak hanya kasus Angie yang cacat hukum. Tapi juga kasus suap cek pelawat yang menjerat mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda Swaray Goeltom. Kompol Hendi menyebut, penetapan Angie dan Miranda sebagai tersangka tak diputuskan melalui gelar perkara.

Angie dijerat KPK karena diduga menggiring proyek di Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Dari usahanya itu, Angie menerima fee dari perusahaan milik mantan koleganya di Demokrat dan DPR, Nazaruddin.

Angie disebut menerima 13 kali uang dari perusahaan Permai Group yang dimiliki Nazaruddin. Totalnya mencapai sekitar Rp 33 miliar. Selain Angie, perusahaan Nazaruddin ini juga pernah memberikan fee kepada Wayan Koster sebesar Rp 5 miliar. (ARY)