Angin Kencang dan Gelombang Tinggi Hantui Pesisir Surabaya

Mohammad Arief Hidayat, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Beberapa video yang memperlihatkan gelombang tinggi air laut disertai angin kencang di kawasan pesisir Kota Surabaya, Jawa Timur, beredar di media sosial. Disebut terjadi pada Rabu malam hingga Kamis dini hari, 11-12 November 2020, terjangan gelombang air laut menyebabkan beberapa perahu nelayan rusak. Air juga masuk ke permukiman warga di bibir laut.

Dalam video, terdengar suara yang menyebutkan peristiwa alam itu terjadi di Kecamatan Kenjeran. Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Tanjung Perak, Taufiq Hermawan, mengaku sudah menerima laporan kejadian tersebut. Kata dia, fenomena itu disebabkan adanya perbedaan tekanan udara antara wilayah utara dan selatan khatulistiwa yang cukup signifikan.

Hal itu membuat kondisi medan angin secara regional menunjukkan pola fetch, yakni angin dengan arah konstan dalam area luas yang cukup panjang. "Sehingga potensi peningkatan kecepatan angin semakin tinggi," kata Taufiq dalam keterangannya kepada wartawan pada Kamis, 12 November 2020.

Taufiq memaparkan, berdasarkan data medan angin pukul 12 UTC tanggal 11 November 2020, perbedaan tekanan mencapai 12 mb, di mana nilai tekanan di wilayah selatan mencapai 1.020 hPa. Sementara itu, di sebelah barat Sumatera hanya 1.006 hPa. Hal ini menyebabkan peningkatan kecepatan embusan fetch, terutama yang masuk celah Selat Madura.

Soal gelombang tinggi, beberapa waktu terakhir memang kondisi pasang air laut maksimum menunjukkan peningkatan. Nah, pasang maksimum harian setinggi 80-110 cm dari MSL (Mean Sea Level: rata-rata tinggi muka air laut) termonitor terjadi mulai pukul 20.00-21.00 WIB. Diprediksi mengalami peningkatan lebih tinggi mencapai 130 cm dari MSL pada 15-17 November 2020.

Taufiq mengatakan, peningkatan kecepatan angin di pesisir timur Surabaya memicu terjadinya peningkatan tinggi gelombang dalam skala lokal mencapai satu meter. Karena berbarengan dengan pasang air laut maksimum, sehingga dapat menyebabkan banjir rob lebih tinggi di pesisir timur Surabaya. "Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga tiga hari ke depan," ujarnya.

Baca: Tujuh Daerah di Jatim Dilanda Bencana pada Awal Musim Hujan