Angin kencang rusak enam bangunan di Pamekasan

Hujan deras disertai angin kencang merusak sedikitnya enam unit bangunan di Pamekasan, Jawa Timur, Minggu.

Menurut Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan Achmad Zaini di Pamekasan, Minggu, keenam bangunan itu terdiri tiga unit rumah warga, satu unit asrama santri, kandang sapi dan kubah masjid.

"Lokasinya di Kelurahan Barurambat Tumur, Kecamatan Pademawu, Pamekasan dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," katanya.

Zaini menuturkan, hujan deras disertai angin kencang itu, terjadi sekitar pukul 11.45 WIB dan laporan kejadian baru diterima tim BPBD Pemkab Pamekasan sekitar pukul 14.10 WIB.

Petugas langsung meninjau lokasi kejadian dan mendata sebanyak enam unit bangunan rusak, berupa rumah, masjid, dan kandang sapi milik warga.

"Jenis kerusakan ringan, karena hanya berlangsung sesaat," katanya.

Selain di Kecamatan Pademawu, angin kencang juga terjadi di Kecamatan Proppo, Pamekasan.

Sejumlah fasilitas umum seperti kabel telepon dan jaringan listrik putus, karena tertimpa pohon roboh akibat angin kencang.

Sebelumnya, BPBD Pemkab Pamekasan merilis, cuaca berupa hujan deras disertai angin kencang dan petir berpotensi terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Pamekasan.

Selain angin kencang, jenis bencana lainnya yang diperkirakan berpotensi terjadi adalah pasang maksimum air laut.

"Sesuai dengan prakiraan, untuk pasang maksimum air laut ini berpotensi terjadi dalam seminggu ke depan, dan Kabupaten Pamekasan termasuk di antara kabupaten yang diperkirakan akan mengalami pasang maksimum, sehingga warga yang tinggal di sekitar pesisir pantai perlu meningkatkan kewaspadaan," katanya, menjelaskan.
Baca juga: Angin kencang sebabkan 25 rumah rusak di dataran tinggi Gayo Aceh
Baca juga: Pohon tumbang timpa rumah warga di Padang akibat angin kencang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel