Angin Puting Beliung Landa 2 Desa di Sumenep

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Angin puting beliung merusak sejumlah bangunan milik warga di dua desa di Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (3/4/2021).

"Kejadiannya tadi siang sekitar pukul 13.15 WIB dan saat ini tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sumenep sudah berada di lokasi bencana," kata Kepala BPBD Pemkab Sumenep Abd Rahman Riadi kepada wartawan via telepon di Sumenep, Sabtu diansir Antara.

Dua desa yang dilanda puting beliung itu masing-masing Desa Pinggir Papas sebanyak 12 lokasi dan Desa Karanganyar 8 lokasi.

Tim BPBD Pemkab Sumenep melaporkan sedikitnya empat bangunan rusak akibat diterjang angin puting beliung tersebut.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pemkab Sumenep Abd Rahman Riadi menjelaskan, Desa Pinggir Papas dan Desa Karanganyar memang tercatat desa yang rawan terjadi bencana angin puting beliung dan angin kencang. Hampir setiap tahun selalu terjadi bencana angin puting beliung atau kencang di kedua desa,

"Kalau yang terjadi tadi pagi jenisnya angin puting beliung, bukan angin kencang, karena karakter angin memutar," katanya.

Viral

Kalaksa BPBD Sumenep ini juga membenarkan video rekaman angin puting beliung yang beredar di sejumlah platform media sosial WhatsApp dan Facebook.

Dalam rekanan itu, terlihat angin berputar dengan kencang dan terdengar rekaman suara warga yang berteriak histeris karena ketakutan, sambil melafalkan kalimat "la-ilahalillah".

Angin puting beliung merupakan angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 kilometer per yang bergerak secara garis lurus dengan lama kejadian maksimum 5 menit.

Menurut Riadi, angin puting beliung sering terjadi pada siang hari atau sore hari pada musim pancaroba. Angin ini dapat menghancurkan apa saja yang diterjangnya, karena dengan pusarannya benda yang terlewati terangkat dan terlempar.

Saat angin puting beliung melanda kedua desa, pusaran angin mirip belalai gajah/selang vacum cleaner. Sering terjadi pada siang hari dan lokasinya di daerah dataran rendah.

Saksikan video pilihan di bawah ini: