Angin Puting Beliung Terjang Tapanuli Utara, Puluhan Rumah Rusak

Fikri Halim, Putra Nasution (Medan)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Puluhan unit rumah warga di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara diterjang hujan disertai dengan puting beliung. Bencana alam ini terjadi pada Senin sore, 8 Maret 2021, sekitar pukul 15.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam becana ini, namun aliran listrik padam. Karena, tiang pemancang listrik juga ikut tumbang.

"Iya tadi siang terjadi angin puting beliung sekitar jam 15.00 WIB lewat. Ada kena dua kecamatan. Kecamatan Tarutung dan Siatasbarita, Kabupaten Taput," ungkap Kepala BPBD Kabupaten Taput, Bonggas Freddy Pasaribu kepada wartawan, Senin petang, 8 Maret 2021.

Sebelum terjadi puting beliung, Bonggas mengatakan bahwa di dua kecamatan itu, sudah turun hujan, sore hari sekitar pukul 15.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB dengan intensitas hujan yang tinggi.

"Tapi hujan ringan sudah mulai jam 1," tutur Bonggas.

Berdasarkan data sementara terdapat 30 unit rumah warga yang rusak akibat disapu puting beliung, termasuk warung dan fasilitas umum. Bonggas mengatakan, pihak BPBD Taput masih terus mendata rumah warga yang rusak sampai saat ini.

"Ada warung, rumah, pohon tumbang. Pohon tumbang yang menghalangi jalan sudah kita bersihkan semua," kata Bonggas.

Bonggas mengungkapkan, sejumlah material rumah warga tersapu angin puting beliung hingga 50 meter bahkan hingga menyangkut di atas pohon. Setidaknya ada 5 unit rumah yang kondisinya rusak berat.

"Hujan deras disertai angin puting beliung dan angin kencang berputar gitu. Menerbangkan atap sampai jauh, 50 meter yang diterbangkan atapnya. Atapnya itu ada kita lihat sampai di atas pohon ada seberang sungai. Ada 5 unit rumah yang rusak parah karena semua atapnya terbang," sebut Bonggas.

Sementara itu, ia menjelaskan, pihaknya juga berkoordinasi dengan PLN agar segera memperbaiki tiang listrik yang tumbang. Karena, masih terjadi pemadaman hingga saat ini.

"Listrik sekarang yang belum nyala karena ada tiang listrik yang tumbang. Listrik belum menyala sampai sekarang. Di desa Saitnihuta dan Pabubu Pea. Ada 4 tiang listrik tumbang. 2 pohon mangga dan kelapa timpa rumah," ujar Bonggas.