Angka COVID-19 di NTB Meningkat, Gubernur Malah Asyik Berenang Bareng

Bayu Nugraha, Satria Zulfikar (Mataram)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Angka COVID-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB) telah meningkat dari hari ke hari. Pada Sabtu, 30 Januari 2021, jumlah pasien baru bertambah 96 orang dan empat kasus kematian baru.

Total pasien saat ini berjumlah 7.569 orang, dengan perincian 5.828 orang sudah sembuh, 333 (tiga ratus meninggal dunia, serta 1.408 orang masih positif.

Di tengah melonjaknya jumlah pasien positif, Gubernur NTB Zulkieflimansyah justru melepas aktivitas paginya pada Minggu, 31 Januari 2021 dengan mandi di kolam renang bersama banyak orang.

Dari foto yang diunggah dengan beberapa pejabat, Gubernur NTB tengah asyik mandi di kolam tanpa sama sekali memperdulikan protokol kesehatan.

"Pukul 06.00 pagi, di Bayan, Lombok Utara. Sepagi ini, kami sudah menggigil bareng di Kolam Renang Mandala, Desa Bayan. Airnya sejuk dan jernih, di bawah rindang pohon-pohon di hutan adat bayan," tulis Zulkieflimansyah di akun Facebook centang biru miliknya.

"Mandi di sini dijamin tidak bikin kulit hitam. Karena dari sumber mata air, kolamnya tidak mengandung kaporit, dan suasananya teduh. Siapapun yang berkunjung ke sini bisa mendapatkan bonus menarik: menjelajahi hutan adat bayan seluas 10,3 hektar," ujarnya.

Bahkan ia juga mengajak masyarakat untuk menikmati wisata di kolam renang yang dikelola Pokdarwis tersebut.

"...ternyata, desa-desa kita bisa melahirkan destinasi wisata yang menarik. Ayo, kita ramaikan destinasi wisata di desa-desa kita."

Banyak kritikan yang dilontarkan netizen menanggapi foto yang diunggah Gubernur NTB tersebut. Namun sebagian besar kritik bukan terkait pandemi COVID-19, melainkan pada Jumat, 30 Januari 2021 kemarin NTB dikepung banjir.

Wilayah Sumbawa banjir menyebabkan satu orang warga meninggal dunia. Di wilayah Kuta Mandalika banjir menerjang puluhan rumah hingga menggenangi lokasi sirkuit MotoGP. Sementara di Kecamatan Sekotong dan Lembar Lombok Barat, banjir masuk pemukiman warga hingga menggenangi puskesmas di Lembar.

Baca juga: Tega, Ibu di NTB Cabuli Anak Kandung Berusia 3 Tahun