Angka kasus COVID-19 harian capai 4.408, terbanyak dari DKI Jakarta

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mencatat angka kasus COVID-19 harian pada Senin mencapai 4.408 kasus, paling banyak berasal dari DKI Jakarta.

DKI Jakarta tercatat sebagai provinsi penyumbang kasus terbanyak dengan 1.771 kasus baru, diikuti oleh Jawa Barat (737 kasus), Banten (458 kasus), Jawa Timur (386 kasus), dan Bali (270 kasus).

Jumlah akumulatif kasus COVID-19 di Indonesia sejak kasus pertama diumumkan pada Maret 2020 sampai Senin seluruhnya 6.565.912 kasus.

Penderita COVID-19 yang dinyatakan sembuh pada Senin bertambah 4.188 orang menjadi total 6.356.794 orang sejak awal pandemi sampai sekarang.

Jumlah pasien yang meninggal karena infeksi virus corona tipe SARS-CoV-2 pada Senin tercatat bertambah 54 orang sehingga jumlahnya sejak awal pandemi sampai sekarang total 159.158 orang.

Penderita COVID-19 yang masih menjalani perawatan dan atau karantina pada Senin masih 49.960 orang, bertambah 166 orang dari hari sebelumnya.

Di samping itu, ada 3.521 orang yang diduga terserang COVID-19 dan dikategorikan sebagai suspek.

Satuan Tugas menyatakan bahwa peningkatan angka kasus COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir belum bisa dipastikan disebabkan oleh persebaran virus corona sub-varian Omicron XBB.

Meski demikian, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan bahwa semua harus berperan dalam upaya menekan penularan sub-varian virus corona yang sangat cepat menular itu dengan menerapkan protokol kesehatan.

Ia mengingatkan bahwa penerapan protokol kesehatan dan pola hidup bersih dan sehat serta vaksinasi merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah penularan virus corona.

"Adanya tren kenaikan hendaknya dapat menjadi pengingat bahwa COVID-19 masih ada dan kita tetap harus menjaga diri kita dengan protokol kesehatan, sehingga potensi penularan menjadi berkurang dan jumlah kasus kasus COVID-19 dapat kembali ditekan," katanya.

Baca juga:
Satgas: Belum dapat dipastikan XBB penyebab kenaikan kasus COVID-19
Jepang susun kebijakan hadapi potensi gelombang kedelapan COVID-19