Angka Kematian Ibu dan Bayi Meningkat, Pemkot Depok Koordinasi dengan IBI

Merdeka.com - Merdeka.com - Wali Kota Depok Mohammad Idris menyebut angka kematian (mortalitas) ibu dan bayi di Depok meningkat di tahun 2022. Tercatat 92 kasus kematian dari 42 ribu kelahiran di tahun 2022.

Jumlah kematian itu bertambah dibandingkan tahun 2021 dengan jumlah 59 kasus. "Angka kematian bayi 92 kasus/42.000 di tahun 2022," katanya, Senin (16/1).

Berdasarkan penghitungan baru, jika bayi dalam kandungan yang berusia 20 pekan kemudian lahir, jarang ada yang hidup. Hitungan sebelumnya adalah 28 pekan.

"Akhir-akhir ini cara penghitungan angka kematian bayi itu khususnya 28 minggu, sekarang menjadi 20 minggu. Jadi kalau 20 minggu dalam (kandungan) terus keluar, itu jarang yang hidup, biasanya meninggal. Nanti itu masuk ke angka kematian bayi. Maka penghitungan tahun 2022 itu meningkat 92 kasus," bebernya.

Langkah Pencegahan

Untuk menekan angka mortalitas maka diperlukan upaya pencegahan. "Mungkin di antaranya nanti akan kita semacam namanya emergency untuk hal-hal tertentu," ucapnya.

Selain itu juga diperlukan sinergi antara pemerintah dengan asosiasi bidan, yaitu Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Depok. Kemudian juga sinergi antara pemerintah dengan rumah sakit.

"Selama ini IBI sudah bersinergi dengan pemerintah. Tentunya peningkatan profesi bidan harus terus dilakukan. Kemudian juga bersinergi dengan rumah sakit rumah sakit yang semuanya harus jalan dalam hal penanganan masalah," tutupnya. [yan]