Angka Kematian Naik, Dinkes DKI Minta Warga Bergejala Covid-19 Langsung ke RS

·Bacaan 1 menit
Petugas medis akan menyuntikkan vaksin Coronavac kepada tenaga kesehatan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Rabu (20/1/2021). Sebanyak 2.630 tenaga kesehatan di RSD Wisma Atlet divaksinasi Covid-19 secara bertahap. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Dwi Oktavia angkat bicara terkait adanya kenaikan jumlah kematian pasien Covid-19 di Ibu Kota.

Menurut dia, hal tersebut dikarenakan terlambatnya pasien Covid-19 menjalani pengobatan di rumah sakit (RS) rujukan.

"Jadi jangan sampai kemudian merasa sudah punya keluhan kesehatan kemudian (berpikir) tidak mungkin terkena Covid-19. Kemudian menunda sampai lebih berat akibatnya lebih sulit untuk ditangani," kata Dwi saat dihubungi, Rabu (10/3/2021).

Untuk itu, dia meminta agar masyarakat segera ke RS bila merasakan gejala Covid-19 sebagai langkah awal pasien mendapatkan pertolongan.

"Tentu orang harus diingatkan terus untuk tidak menunda berobat saat dia mengalami keluhan kesehatan," ucapnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

9 Maret, Kasus Meninggal di Jakarta 5.883 Orang

Sebelumnya, berdasarkan data Pemprov DKI dilaporkan, angka kasus meninggal di Ibu Kota akibat Covid-19 sebanyak 5.883 orang atau 1,7 persen, pada Selasa, 9 Maret kemarin.

Sedangkan jumlah keseluruhan pasien sembuh sebanyak 340.587 orang dan kasus positif Covid-19 mencapai 353.075 pasien.

Sementara, jumlah kasus aktif di Jakarta pada hari yang sama yakni sebanyak 6.605 orang.

Saksikan video pilihan di bawah ini: