Angka Kesembuhan COVID-19 di Jabar Masih Rendah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Bandung - Pemerintah Jawa Barat mengaku tingkat kesembuhan COVID-19 di wilayahnya tampak rendah dibandingkan dengan angka rata-rata nasional sebesar 77,3 persen. Hal itu akan dikonfirmasi kembali oleh Pemerintah Jawa Barat kepada pemerintah pusat.

Menurut Sekretaris Daerah Jawa Barat Setiawan Wangsaatmadja, konfirmasi itu bertujuan untuk memastikan seluruh angka kesembuhan COVID-19 sudah tercatat di pemerintah pusat. Alasannya kata Setiawan, angka kesembuhan yang tercatat saat ini lebih dari yang diumumkan.

“Kalau kita melihat tingkat kesembuhan Jawa Barat adalah di 73 persen, walaupun masih di bawah rata-rata nasional. Tetapi bahwa kami saat ini tengah melakukan konfirmasi data-data. Jadi apakah memang data-data ini sudah ter-record semuanya? Karena kami yakin sebetulnya tingkat kesembuhan di Jawa Barat ini seharusnya lebih dari data saat ini kami dapatkan,” ujar Setiawan dalam keterangan daring dari Kantor Gubernur Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Bandung, Senin, 9 November 2020.

Setiawan mengatakan untuk kasus terkonfirmasi aktif COVID-19 bertambah 465 kasus dari hari kemarin. Berdasarkan data dari Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat (Pikobar) pada hari kemarin sebanyak 9.600 kasus.

Namun jika dilihat dari besaran persentase, Setiawan mengaku hal itu mengalami penurunan. Jika dirata-ratakan jumlah penurunannya mencapai 0,88 persen.

“Untuk bed occupancy rate atau tingkat keterisian rumah sakit kita di angka 57, 38 persen. Jadi kita minggu kemarin diminta untuk menekan di angka 55 persen, di minggu ini meningkat di dua persen,” kata Setiawan.

Angka Positif COVID-19 Masih di Atas 10 Persen

Hal serupa untuk besaran angka paparan positif COVID-19 masih tinggi yaitu di atas 10 persen. Sementara angka paparan positif COVID-19 yang direkomendasikan oleh organisasi kesehatan dunia, WHO, yaitu di besaran satu persen.

Saat ini tiga daerah di Jawa Barat yaitu Kota dan Kabupaten Bekasi serta Kabupaten Karawang masih masuk dalam zona tinggi paparan COVID-19. Padahal sebelumnya dalam dua pekan terakhir, hanya satu daerah saja yang masuk kategori tersebut yaitu Kota Depok kemudian diganti oleh Kota Bekasi.

“Adanya hal itu harus ada upaya bersama dalam upaya menekan jumlah penyebaran COVID-19 di daerah. Terdapat tujuh daerah yang awalnya masuk zona risiko tinggi menjadi risiko rendah COVID-19. Mudah-mudahan hal ini terus bisa kita tahan dan bisa menambah daerah dengan risiko rendah ini,” ucap Setiawan. (Arie Nugraha)

Infografis

Infografis Cara Aman Pesan Makanan via Online dari Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Cara Aman Pesan Makanan via Online dari Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini