Angka Stunting Jatim Masih Tinggi, Arumi Bachsin Getol Kampanye Gemarikan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Situbondo - Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) Jatim Arumi Bachsin mengajak warga Situbondo gemar makan ikan untuk menekan angka stunting.

"Kampanye gemar makan ikan menjadi salah satu solusi agar masyarakat gemar mengonsumsi ikan, yang memiliki kandungan gizi tinggi. Dengan ketercukupan gizi, maka kasus stunting bisa ditekan bahkan dicegah," kata Arumi dikutip dari Antara, Selasa (25/5/2021).

Ia menjelaskan, kandungan gizi ikan sangat banyak, dan bahkan ikan merupakan sumber pangan paling baik yang bisa memberikan gizi untuk anak-anak.

Kata Arumi, kekurangan gizi bukan karena kekurangan makan, tapi ada gizi yang tidak seimbang, sehingga pertumbuhan anak kurang, dan akan berdampak terhadap lambatnya pertumbuhan anak-anak.

"Kami ingin menciptakan kualitas generasi bangsa. Oleh karena itu kami menyemangati kembali dengan memberikan beberapa paket produk, untuk dikonsumsi supaya gizinya lebih baik lagi," tuturnya.

Arumi Bachsin menambahkan, angka stunting di Jawa Timur hingga saat ini masih tinggi, yakni mencapai 26,86 persen.

"Angka stunting di atas 20 persen ini masih sangat tinggi, sehingga pekerjaan rumah kita masih cukup banyak," tuturnya.

Penuhi Gizi

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur itu menyatakan akan terus berupaya menekan angka stunting serendah-rendahnya di Jatim.

"Kami akan terus berupaya, dan juga mencegah remaja putri agar diberi gizi yang baik, sehingga ketika hamil gizinya terpenuhi dan dapat melahirkan anak yang berkualitas," katanya.

Dari pantauan, kegiatan kampanye Gemarikan itu juga memberikan bantuan sekitar 200 paket pangan ikan, kepada ibu hamil dan balita di Situbondo. 200 paket tersebut berisi paket ikan nila dan ikan gurami, paket bandeng presto dan otak-otak bandeng, paket produk olahan beku, dan produk olahan kering.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel