Angkasa Pura perlu dukungan promosi Bandara Internasional Lombok

Subagyo
·Bacaan 2 menit

PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok di Nusa Tenggara Barat membutuhkan dukungan semua pihak untuk membantu mempromosikan bandara yang akan mampu didarati pesawat berbadan lebar jenis Boeing 777.

"Bandara siap untuk melayani penerbangan langsung dari Lombok ke London Inggris. Itu mungkin hal yang sayang sekali apabila disia-siakan atau tidak mendapat atensi khusus," kata General Manager Angkasa Pura I Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok, Nugroho Jati, di Mataram, Jumat.

Ia menyebutkan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok akan bisa didarati pesawat berbadan lebar dengan kemampuan jarak terbang nonstop selama 14 jam, setelah proses perpanjangan landasan pacu (runway) rampung pada Mei 2021.

Perpanjangan landasan pacu dari 2.750 meter menjadi 3.300 meter akan menelan dana hingga Rp500 miliar.

Untuk saat ini, kata Nugroho, landasan pacu sepanjang 2.750 meter hanya bisa didarati pesawat berbadan sedang jenis Boeing 737 yang punya kemampuan jarak terbang selama empat jam.

Baca juga: Perpanjangan landasan Bandara Lombok ditarget rampung sebelum MotoGP


"Setelah landasan pacu selesai dibangun, akan dilakukan uji kelayakan dulu sebelum dinyatakan layak beroperasi," ujarnya.

Ia mengatakan selain rute penerbangan ke Eropa, pihaknya juga membidik penerbangan internasional ke ke Dubai, Qatar, Hongkong, Tokyo, Beijing, dan Korea Selatan.

Hanya saja, pihaknya masih dihadapkan pada persoalan memasarkan kemampuan dari bandara tersebut untuk menjadi objek atau subjek konsumsi global, baik dari sektor pariwisata maupun nonpariwisata, seperti ekspor komoditas.

Sebab, kata dia, adanya rute-rute penerbangan baru ke Eropa hingga Timur Tengah akan sangat menguntungkan daerah dibandingkan dengan portofolio lama yang hanya mampu melayani penerbangan internasional ke Singapura, dan Kuala Lumpur (Malaysia).


Baca juga: AP I paparkan kesiapan Bandara Lombok sambut MotoGP Mandalika

"portofolio baru itu perlu bersama-sama kita kembangkan, baik dari sisi pemasaran tentang potensi daerah, regulasi dan kesiapan daerah ketika bandara sudah menjadi konsumsi global," ucap Nugroho.

Menurut dia, upaya memasarkan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok dengan infrastruktur yang sudah memadai juga selaras dengan tujuan awal yang ditetapkan pemerintah tentang penyiapan dan pembentukan "Bali-Bali" baru. Dan Lombok yang paling siap untuk menjadi Bali baru.

"Kami juga sudah melakukan fungsi memasarkan melalui jejaring di luar negeri. Tapi kami juga butuh dukungan lainnya untuk berkolaborasi memasarkan Lombok ke area yang lebih global lagi," kata Nugroho.


Baca juga: Bandara Lombok raih predikat Pelabuhan dan Bandar Udara Sehat 2020

Baca juga: Jumlah penumpang di Bandara Lombok melonjak hingga 3 kali lipat