Angkat Kaki dari Indonesia karena Liga 1 yang Tidak Jelas

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 2 menit

VIVAPersita Tangerang kembali ditinggal oleh pemain asingnya. Kali ini giliran Tamirlan Kozubaev yang memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya dengan alasan Liga 1 semakin tidak jelas statusnya.

Sejak ditangguhkan akibat pandemi COVID-19 pada Maret 2020 hingga sekarang, tidak ada kepastian kapan kompetisi sepakbola Indonesia berjalan lagi. PSSI belakangan telah memutuskan akan memulai musim yang baru, tapi tidak memberikan tanggal pastinya.

Dalam keterangan resmi Persita, Tamirlan hengkang karena merasa situasi di Indonesia tak membaik. Sehingga dia memutuskan untuk tidak kembali setelah pulang ke negara asalnya, Kyrgizstan pada November 2020 lalu.

“Kedua belah pihak, Persita dan Tamirlan sama-sama sepakat untuk mengakhiri kontrak yang berlaku sampai Desember 2020 lalu. Jadi mulai tahun 2021 ini, Tamirlan sudah tidak lagi tercatat sebagai pemain Persita," ujar manajer Persita, I Nyoman Suryanthara.

"Kami tentu sangat menyayangkan keputusan Tamirlan. Apalagi dari tiga pertandingan di Liga 1 2020, penampilan Tamirlan juga tidak buruk. Di tim juga dia cepat beradaptasi. Tentu Persita sangat kehilangan,” imbuhnya.

Bagi Tamirlan, di usianya sekarang ini, karier sepakbola amatlah penting. Dia butuh bermain dan berlatih agar tetap dalam kondisi prima. Alhasil, keputusan untuk meninggalkan Persita adalah yang terbaik menurutnya.

“Kompetisi kan sudah berhenti sekarang. Sementara saya sebagai pemain profesional kan tetap harus berlatih dan bermain di permainan resmi. Tidak mungkin saya hanya berlatih tanpa bermain. Jadi itulah kenapa saya memutuskan untuk pulang ke negara saya,” tutur bek berusia 26 tahun tersebut.

Cuma merasakan tiga pertandingan di Liga 1 2020, namun Tamirlan sudah mendapatkan kesan baik. Atmosfer sepakbola Indonesia menurut dia sangat luar biasa. Jika kelak semua membaik, tidak tertutup kemungkinan dia kembali.

“Waktu pertandingan kandang lawan PSM Makassar. Saya merasa atmosfernya sangat luar biasa di stadion. Saya juga ingin berterima kasih pada manajemen, tim pelatih, teman-teman di tim dan tentunya supporter untuk semua hal baik yang saya terima dan rasakan selama di Tangerang. Semoga satu hari nanti kita bisa bertemu lagi. InsyaAllah,” ungkapnya.