Angkatan Laut Maroko Selamatkan 331 Imigran Ilegal di Pantai Mediterania

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Rabat - Angkatan Laut Maroko menyelamatkan 331 imigran ilegal dari 12 hingga 15 November di lepas pantai Mediterania dan Atlantik.

Dikutip dari laman Xinhua, Selasa (16/11/2021) sebanyak 248 imigran gelap di antaranya berasal dari Sub-Sahara, 80 orang Maroko, 2 orang Asia dan 1 orang Sudan.

Laporan itu juga menambahkan bahwa mereka menghadapi kesulitan di atas berbagai kapal darurat.

Mereka yang diselamatkan diberi pertolongan pertama di unit angkatan laut, sebelum dibawa dengan selamat ke berbagai pelabuhan di wilayah Afrika Utara dan diserahkan ke Gendarmerie Maroko untuk prosedur biasa.

Maroko telah menjadi negara transit bagi para imigran Afrika yang ingin mencapai Eropa.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

5.000 Migran Maroko Jalan hingga Berenang ke Spanyol

Imigran menunggu petolongan LSM Spanyol Open Arms di Laut Mediterania, Selasa (8/9/2020). Puluhan imigran termasuk wanita dan anak-anak asal Mesir, Maroko, Somalia, dan Sierra Leone menghabiskan lebih dari 20 jam saat melarikan diri dari Libya dengan kapal kayu. (AP Photo/Santi Palacios)
Imigran menunggu petolongan LSM Spanyol Open Arms di Laut Mediterania, Selasa (8/9/2020). Puluhan imigran termasuk wanita dan anak-anak asal Mesir, Maroko, Somalia, dan Sierra Leone menghabiskan lebih dari 20 jam saat melarikan diri dari Libya dengan kapal kayu. (AP Photo/Santi Palacios)

Pada Mei 2021, Spanyol kedatangan migran dalam jumlah memecahkan rekor harian negara tersebut. Tak tanggung-tanggung mencapai 5.000 orang.

Mengutip ABC Australia, ribuan di antaranya adalah anak-anak. Mereka tiba di daerah di Spanyol bernama Ceuta dari Maroko.

Seorang juru bicara delegasi pemerintah Spanyol di Ceuta tidak memprediksi jumlah warga yang masuk di tengah tegangnya hubungan ibu kota Spanyol, Madrid dengan ibu kota Maroko, Rabat. Menurutnya, jumlah ini mungkin saja bisa bertambah.

"Para migran berhasil mencapai daerah perkantungan tersebut dengan berenang dan berjalan di tengah air laut yang sedang surut. Namun, seorang pria diketahui tenggelam di tengah perjalanannya," tutur juru bicara itu.

Delegasi tersebut mencatat kedatangan 100 orang di pagi hari, yang kebanyakan adalah remaja laki-laki, anak-anak dan beberapa perempuan yang berenang dengan ban atau perahu karet.

Juru bicara itu memaparkan, beberapa lainnya berjalan ketika air pasang. Jumlah kedatangan para migran pun dilaporkan meningkat cepat.

infografis kebijakan anti-imigran Trump

Kebijakan Anti-Imigran Donald Trump
Kebijakan Anti-Imigran Donald Trump
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel