Angkatan Laut tak akan karyakan lagi kapten kapal induk terkena virus corona

Oleh Phil Stewart dan Idrees Ali

WASHINGTON (Reuters) - Berbalik sikap, Angkatan Laut pada Jumat membatalkan rekomendasi mengembalikan Kapten Brett Crozier dan sebaliknya menguatkan keputusan mencopot dia dari posisi komandan sebuah kapal induk yang terkena virus corona di mana ia menjadi pahlawan untuk anak buahnya.

Angkatan Laut mengatakan penyelidikan mendalam menunjukkan bahwa Crozier, meskipun meminta para petinggi untuk berbuat lebih banyak dalam melindungi para pelautnya, gagal melakukan cukup banyak upaya guna menghentikan penyebaran virus corona. Virus itu akhirnya menginfeksi lebih dari 1.200 personel USS Theodore Roosevelt dan menewaskan salah satu dari mereka.

Angkatan Laut juga mengumumkan akan menunda promosi atas Crozier saat itu, Laksamana Muda Stuart Baker, panglima grup kapal induk itu. Keputusan ini pertama kali dilaporkan oleh Reuters.

Laksamana Mike Gilday, kepala operasi angkatan laut dan perwira tinggi Angkatan Laut, sebelumnya merekomendasikan untuk menempatkan kembali Crozier pada April setelah penyelidikan pendahuluan. Namun Gilday mengatakan pandangan yang lebih dalam menunjukkan Crozier dan Baker "tidak memenuhi harapan".

"Seandainya saya tahu apa yang saya ketahui hari ini, saya tak akan membuat rekomendasi untuk mengembalikan Kapten Crozier. Selain itu, jika Kapten Crosier masih mengomandani hari ini, saya akan membebastugaskan dia," kata Gilday pada konferensi pers Pentagon.

Gilday mengatakan Crozier tidak akan memenuhi syarat untuk posisi komando lain dan akan dimutasi, langkah-langkah yang tampaknya secara efektif menutup tirai karier Crozier.

Beberapa anggota parlemen dari Partai Demokrat segera mempertanyakan keputusan Angkatan Laut itu.

"Kami memiliki keraguan serius atas keputusan yang mengejutkan ini" kata Senator Richard Blumenthal dan Chris Van Hollen dalam satu pernyataan.

Anggota Kongres, Adam Smith, politisi Demokrat yang memimpin Komisi Angkatan Bersenjata DPR, juga menyalahkan kepemimpinan sipil Angkatan Laut dan mengatakan komisinya telah menggelar penyelidikannya sendiri.


VIDEO VIRAL

Crozier disanjung sebagai pahlawan oleh anak buahnya karena mempertaruhkan jabatannya dengan menulis surat, yang bocor, yang menyerukan Angkatan Laut untuk memberikan perlindungan yang lebih besar.

Dia dipecat oleh pejabat tinggi sipil Angkatan Laut, yang saat itu menjabat Menteri Angkatan Laut Thomas Modly, tetapi keputusan itu menjadi bumerang. Anak buahnya mendukung kapten mereka dalam sebuah perpisahan emosional yang viral di media sosial yang memuji dia karena mempertaruhkan karirnya karena masalah kesehatan.

Merasa dipermalukan, Modly kemudian memperparah masalah dengan terbang ke kapal induk itu untuk mengolok-olok Crozier atas surat bocor itu dan mempertanyakan karakternya dalam pidato kepada awak USS Roosevelt, yang juga bocor ke media. Modly kemudian mengundurkan diri.

Meskipun Modly memecat Crozier karena kebocoran itu, Gilday mengatakan kekhawatirannya adalah cara Crozier menanangi wabah itu sendiri.

Penyelidikan menemukan bahwa virus itu kemungkinan masuk kapal ini setelah kunjungan ke pelabuhan Vietnam lalu. Vietnam saat itu dianggap pemerintah AS berisiko rendah.

Virus itu menyebar luas sebelum kapal tersebut mencapai pelabuhan di Guam dan kepala petugas medis Roosevelt memperkirakan dalam surat 31 Maret bahwa setidaknya 50 pelaut akan meninggal dunia. Petugas mengancam akan merilis surat itu kepada media "jika tindakan segera tidak diambil," menurut penyelidikan.

Crozier menanggapinya dengan mengatakan bahwa itu tak perlu karena suratnya membahas masalah tersebut.

Gilday menyalahkan Crozier karena tidak melakukan tindakan pencegahan yang cukup untuk pelaut yang tidak berada di karantina, dan melepaskan terlalu dini pelaut yang berada di karantina yang katanya "menempatkan krunya dalam risiko lebih besar dan mungkin telah meningkatkan penyebaran virus."

"Ketika hambatan muncul, baik (Crozier maupun Baker) gagal mengatasi langsung masalah ini dan mengambil alih. Dan dalam beberapa hal, mereka mendahulukan kenyamanan awak ketimbang keselamatan awak," kata Gilday.

Kapal induk itu melanjutkan pelayarannya bersama kapten baru dan komandan grup serang baru.

Tapi belum mulus berlayar bagi Roosevelt sejak kembali ke laut pada Mei. Pada Kamis, sebuah jet tempur yang ditugaskan di Roosevelt jatuh di Laut Filipina, meskipun kedua penerbang di atas kapal itu berhasil diselamatkan.


(Laporan Phil Stewart dan Idrees Ali; Disunting oleh Leslie Adler, Jonathan Oatis dan Sonya Hepinstall)