Angkatan Pertahanan Udara Suriah Balas Serangan Pasukan Israel, 2 Tentara Luka

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Damaskus - Angkatan pertahanan udara Suriah pada Senin (8/11) malam menanggapi serangan Israel yang menargetkan daerah-daerah di pantai Suriah dan provinsi tengah Homs, kantor berita negara SANA melaporkan.

Serangan itu menargetkan Homs dan daerah pesisir dekat kegubernuran Tartus di barat laut Suriah, demikian dikutip dari laman Xinhua, Selasa (9/11/2021).

Laporan itu juga menyatakan bahwa serangan itu menyebabkan kerusakan dan dua tentara terluka.

Orang-orang mendengar ledakan saat pertahanan udara melacak keberadaan rudal Israel.

Laporan itu juga menyebut pertahanan udara mencegat sebagian besar rudal yang ditembakkan dari dalam wilayah udara Lebanon.

Ini adalah serangan terbaru dalam serangkaian serangan Israel yang menargetkan situs militer di Suriah. Biasanya, Israel mengklaim bahwa mereka menargetkan posisi atau senjata Iran di Suriah.

Serangan Israel terakhir menargetkan situs militer di ibu kota Damaskus pada 30 Oktober 2021.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Serangan Sebelumnya

Pasukan Israel menjaga perbatasan Israel-Suriah di Golan Heights, Provinsi Quneitra (AP)
Pasukan Israel menjaga perbatasan Israel-Suriah di Golan Heights, Provinsi Quneitra (AP)

Serangan udara Israel sebelumnya pernah menggempur Suriah tengah pada Selasa malam 8 Juni waktu setempat.

Laporan kantor berita Suriah, SANA mengatakan bahwa "ledakan terjadi di Damaskus" sebelum menambahkan bahwa pertahanan udara negara itu telah diaktifkan untuk melawan "agresi Israel".

Kantor berita itu juga menyebutkan, bahwa pesawat-pesawat Israel tiba dari wilayah udara Lebanon.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa setidaknya ada 11 anggota pasukan pro-pemerintah yang tewas akibat serangan udara tersebut.

"Setidaknya tujuh tentara dan empat milisi Pasukan Pertahanan Nasional tewas," kata kepala SOHR, Rami Abdul Rahman, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Menurut pemantau perang yang berbasis di Inggris, serangan itu menargetkan posisi angkatan udara di dekat desa Khirbet al-Tin di pinggiran Homs, serta gudang senjata milik gerakan Hezbollah Lebanon.

Sementara itu, militer Israel, yang jarang mengakui serangan individu terhadap Suriah, menolak mengomentari "laporan di media asing."

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel