Angkatan Udara Jerman Bantu Proses Transfer Pasien COVID-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Berlin - Jerman pada Jumat (26/11) melaporkan rekor baru, di mana lebih dari 76.000 infeksi COVID-19 dalam sehari.

Melihat angka ini, angkatan udara Jerman bersiap untuk pertama kalinya menerbangkan pasien yang sakit parah ke negara lain jika rumah sakit sudah penuh.

Sehari sebelumnya, Jerman telah melewati ambang 100.000 kematian terkait COVID-19 di tengah peringatan penuhnya rumah sakit terutama di selatan dan timur negara.

Kemudian angkatan udara Jerman melaporkan bahwa pihaknya telah akan mengangkut pasien COVID-19 yang sakit parah dari kota selatan Memmingen ke Muenster dekat Osnabrueck di wilayah utara.

Tujuan transfer pasien yang dibantu militer Jerman ini untuk meringankan klinik di selatan, kata sumber keamanan, demikian dikutip dari laman Channel News Asia, Jumat (26/11/2021).

Ini adalah pertama kalinya angkatan udara harus menggunakan apa yang disebut "unit perawatan intensif terbang", berupa pesawat yang dilengkapi hingga enam tempat tidur ICU, untuk memindahkan pasien Corona COVID-19 di Jerman.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Ancaman Varian COVID-19 dari Afrika Selatan

Peti mati berlabel kertas 'SARS-CoV-2 positif - Corona' ditempatkan di krematorium di Giesen, Jerman, 25 November 2021. Badan pengendalian penyakit Jerman mengatakan pihaknya mencatat 351 kematian tambahan akibat COVID-19 dalam 24 jam terakhir. (Julian Stratenschulte/dpa via AP)
Peti mati berlabel kertas 'SARS-CoV-2 positif - Corona' ditempatkan di krematorium di Giesen, Jerman, 25 November 2021. Badan pengendalian penyakit Jerman mengatakan pihaknya mencatat 351 kematian tambahan akibat COVID-19 dalam 24 jam terakhir. (Julian Stratenschulte/dpa via AP)

Berlin juga akan mendeklarasikan Afrika Selatan sebagai negara dengan perkembangan varian virus baru.

Keputusan itu, yang akan berlaku mulai Jumat malam, berarti maskapai hanya akan diizinkan menerbangkan orang Jerman ke Jerman dari Afrika Selatan, menurut sumber itu.

Orang Jerman yang kembali, bahkan mereka yang divaksinasi, kemudian harus menghabiskan 14 hari karantina.

"Varian yang baru ditemukan ini membuat kami khawatir. Itu sebabnya kami bertindak proaktif," kata Menteri Kesehatan Jens Spahn.

"Hal terakhir yang kami takutkan sekarang adalah varian baru yang menyebabkan lebih banyak masalah."

Infografis Seluk-beluk Tes Medis Corona

Infografis Seluk-beluk Tes Medis Corona. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Seluk-beluk Tes Medis Corona. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel