Angkot Berbahan Bakar Bensin Diisi Gas Diduga Biang Ledakan di Depok

Mohammad Arief Hidayat, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sejumlah warga dan pengendara dikejutkan dengan suara ledakan keras yang terjadi di area SPBU 34.164.02, Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat, pada Rabu malam, 30 Desember 2020. Satu unit angkutan kota (angkot) dan pos pengisian Bahan Bakar Gas (BBG) rusak parah.

Menurut keterangan saksi mata, kejadian bermula ketika angkot jurusan Kampung Rambutan-Depok sedang mengisi BBG.

“Ya, semalam kita dengar ledakan di SPBU Margonda. Setelah dicek TKP (tempat kejadian perkara), benar ada ledakan di salah satu pos SPBU tapi bukan dari pos SPBU-nya, tapi bersumber dari kendaraan yang sedang mengisi tabung gas,” kata Kepala Polres Metro Depok Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah pada Kamis, 31 Desember.

Baca: Ledakan Terjadi di Gorong-gorong Depan Masjid Istiqlal

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi kendaraan dan pos BBG itu rusak akibat ledakan. Namun tidak ada korban luka maupun jiwa. Si pengemudi selamat dan segera diperiksa di kantor Polsek Beji. Angkot itu tidak sedang mengangkut penumpang.

Dugaan sementara, kata Azis, sumber ledakan terjadi akibat kesalahan teknis pada pengisian BBG di angkot. “Karena kendaraan itu awalnya berbahan bakar bensin, lalu diganti gas. Dilihat dari TKP, tabung gasnya masih utuh. Kami curigai karena sambungannya mungkin tidak kuat. Saya belum tau SOP-nya tentang perawatan kendaraan dengan tabung gas,” katanya.

Yang jelas, kendaraan umum yang beroperasi harus layak jalan. Dia menengarai angkot dengan bahan bakar gas itu belum memenuhi standar keselamatan dan keamanan.

Menurut keterangan si sopir angkot, pengisian bahan bakar gas lebih murah dibanding bensin: tangki bahan bakar berisi penuh gas cukup dengan harga Rp47 ribu. Namun, waktu pengisian itu tampak belum penuh setelah harga telah melebihi Rp53 ribu dan dicurigai tekanannya berlebihan sehingga terjadi ledakan. (ase)