Aniaya Warga hingga Tewas, 7 Anggota Geng Motor di Medan Ditangkap

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi mengungkap kasus geng motor yang menganiaya seorang warga hingga tewas di Jalan Yos Sudarso, Simpang Kantor, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan. Tujuh pelaku berhasil ditangkap.

"Kasus kejadian di Belawan kami sudah menangkap tujuh orang pelaku yang menganiaya dan mengakibatkan korban meninggal dunia," kata Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Jumat (22/4).

Namun, polisi belum memerinci identitas tujuh anggota geng motor itu. Begitu pula dengan peran mereka dalam tidak kriminal itu.

Tidak Boleh Terulang

Panca juga menjelaskan petugas kepolisian akan melakukan patroli untuk mencegah hal serupa terulang kembali yang berkaitan dengan ulah para geng motor. "Memastikan masyarakat tidak usah khawatir untuk melakukan kegiatan menghadapi Idulfitri," ujarnya.

Seperti diberitakan, satu orang tewas akibat diserang geng motor di Jalan Yos Sudarso, Simpang Kantor, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Rabu (20/4) malam. Korban tewas bernama Retno Suwito, warga Jalan Kail, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan. Dia tewas dengan luka bacok.

Berdasarkan kronologi dari polisi, kejadian itu berawal saat korban membawa istri beserta kedua anaknya dan adik iparnya jalan-jalan ke wilayah Marelan mengendarai sepeda motor dengan keadaan knalpot brong, Rabu (20/4) sekitar pukul 23.00 WIB.

Korban Dianiaya dengan Senjata Tajam

Pada saat melintas di Simpang Titi Papan arah ke Martubung. Korban dipepet sejumlah anggota geng motor. Lalu, salah seorang di antara mereka memaki korban lantaran knalpot brong pada sepeda motornya.

Korban membalas makian itu kemudian mengebut hingga ke Simpang Kantor. Selanjutnya, korban berhenti di persimpangan untuk meminum jamu. Geng motor itu ternyata memutar balik ke arah Simpang Kantor menuju ke Sei Mati.

Saat itu beberapa dari pelaku memanggil korban. Selanjutnya, korban bersama istri dan kedua anaknya yang mengendarai sepeda motor lain pulang menuju Jalan Sei Mati. Saat di Simpang Sei Mati para pelaku memaki korban sambil mengikutinya.

Lalu, tepat di depan sebuah gudang, korban dipepet para pelaku sehingga terjatuh bersama kedua anak dan istrinya. Anak dan istri korban pun turut terluka.

Korban langsung dianiaya para pelaku menggunakan senjata tajam. Dia sempat berlari tapi tetap dikejar pelaku hingga terjatuh ke parit. Kemudian, para pelaku melarikan diri dan masyarakat membawa korban ke rumah sakit setempat. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel