Aniaya Warga, Oknum Anggota DPRD Bengkayang Dipolisikan

Bayu Nugraha, Ngadri (Kalimantan Barat)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Diduga menganiaya seorang warga, oknum anggota DPRD Kabupaten Bengkayang berinisial FP dilaporkan ke Polres Bengkayang pada Senin, 19 April 2021. Penganiayaan itu terjadi di Desa Samalatan, Kecamatan Samalatan, Kalimantan Barat pada pukul 15.00 WIB.

Korban dugaan penganiayaan berinisial PB mengatakan, sudah mendatangi Polres Bengkayang untuk melaporkan oknum anggota DPRD yang diduga telah menganiaya dirinya. Dan laporan tersebut kata dia sedang dilakukan penyelidikan oleh polisi.

"Kejadian waktu saya dianiaya oleh oknum DPRD bermula saya sedang bersandar di sebatang pohon tiba-tiba pelaku datang dan langsung memukul saya. Atas kejadian itu saya mengalami luka di bagian pelipis dan mata juga luka," ujar PB kepada VIVA.

Ia mengatakan, kalau kejadian dugaan penganiayaan itu sekitar pukul 15.00 WIB. Lokasinya di Dusun Jirak, Desa Samalatan, Kecamatan Samalatan, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

"Atas kejadian penganiayaan itu, kepala saya terasa pusing dan harus dirawat di Rumah Sakit Sebalo Bengkayang dan dilakukan visum," ujar dia.

Sementara itu, seorang saksi mata yang melihat kejadian penganiayaan. Yaitu Nurdin mengatakan, bahwa kasus penganiayaan itu bermula dari masalah sengketa tanah di Desa Samalantan, Kecamatan Samalatan, dan kejadiannya sekitar pukul 15.00 WIB.

"Persoalan tanah ini terjadi sudah cukup lama sekitar puluhan tahun, dan setiap oknum DPRD datang selalu dengan kekerasan. Walaupun sudah berusaha diurus dengan baik-baik, tapi oknum tetap keras," katanya.

Lanjut Nurdin, bahwa pelaku datang ke lokasi penganiayaan sekitar 5 orang, dan sebelum melakukan penganiayaan sempat terjadi dialog. Tapi tak lama kemudian pelaku langsung memukul korban dengan cara menghantamkan ke sebatang pohon kayu. Dan usai kejadian itu kata dia langsung membuat pengaduan ke Polres Bengkayang bersama korban.

Oknum DPRD berinisial FP saat dikonfirmasi mengaku sedang berada di Polres Bengkayang. "Mohon maaf, saya sedang di Polres Bengkayang," ujarnya.

Baca juga: Fakta Baru Kasus Anak Anggota DPRD Bekasi, Korban Dipaksa Jadi PSK