Anies ajak delegasi U20 keliling Jakarta naik bus listrik dan MRT

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak sejumlah delegasi forum Urban 20 (U20) berkeliling kota (city tour) ke sejumlah lokasi di Ibu Kota dengan naik bus listrik TransJakarta dan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta.

"Kami mengajak mereka untuk melihat sisi baru Jakarta," kata Anies di Dukuh Atas, Jakarta, Senin.

Wisata kota itu dimulai dari Hotel Fairmont di Senayan yang sudah disediakan bus listrik di lokasi pertemuan U20 tersebut.

Tur tersebut diikuti Anies dan delegasi U20 di antaranya Wali Kota Rotterdam, Belanda, Ahmed Aboutaleb, perwakilan Pemerintah Kota Mumbai, India, organisasi dan lembaga internasional serta beberapa wali kota dari Indonesia.

Tur menggunakan bus listrik itu menyusuri daerah Senayan, kemudian kawasan Blok M dan berhenti di Halte Cakra Selaras Wahana (CSW).

Dari halte bawah CSW, rombongan kemudian ke Stasiun MRT ASEAN untuk naik MRT Jakarta menuju Stasiun MRT Dukuh Atas.

"Kami juga mengembangkan usaha mikro kecil di Stasiun MRT," kata Anies kepada para delegasi saat tiba di Stasiun MRT Dukuh Atas.

Baca juga: TransJakarta jajaki kerja sama dengan Los Angeles
Baca juga: Walikota Rotterdam apresiasi keberhasilan Anies bangun transportasi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan pers usai city tour delegasi Urban 20 di Dukuh Atas, Jakarta, Senin (29/8/2022). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan pers usai city tour delegasi Urban 20 di Dukuh Atas, Jakarta, Senin (29/8/2022). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna


Dari Dukuh Atas, Anies kemudian mengajak para delegasi U20 menapaki kawasan Terowongan Kendal dengan pemandangan lukisan mural di dinding terowongan itu.

Wali Kota Rotterdam Ahmed Aboutaleb mengatakan kunjungannya kali ini merupakan yang kelima di Jakarta.

Selama periode itu, ia melihat kemajuan dalam pembangunan di Jakarta. "Jakarta kota besar, masyarakatnya baik dan manajemen ruang publik dengan transportasi publik di dalamnya adalah kemajuan yang signifikan," katanya.

Dia menjelaskan, pembangunan masa depan perlu ditekankan dalam investasi di sektor transportasi publik dan ruang tidak besar bagi kendaraan bermotor sehingga memberi ruang lebih leluasa kepada masyarakat.

"Pembangunan masa depan akan lebih sedikit untuk mobil tapi lebih banyak ruang hijau, pejalan kaki dan pesepeda serta transportasi publik yang terjangkau," katanya.