Anies: Angka Indikator Penanganan Covid-19 Alami Perbaikan Signifikan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan penanganan Covid-19 di Ibu Kota sudah mengalami perbaikan yang signifikan. Salah satu indikator perbaikan yakni mengenai positivity rate atau perbandingan antara jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan.

"Yang paling sederhana saja, positivity rate kita, ini bukan positivity harian saja, tetapi rata-rata selama satu minggu saat ini sudah 7,6 persen," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (19/8/2021).

Menurut Anies, batas aman posivity rate yakni di bawah angka 10 persen, namun ideal menurut WHO yakni 5 persen. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyatakan akan terus berusaha agar angka posivity rate terkendali di bawah 5 persen.

Lanjut Anies, indakator lainnya yakni reproduction number (Rt) atau angka penambahan kasus yang terjadi di lapangan tidak berubah selama hampir dua pekan.

"Selama 12 hari ini, itu berada di angka 1,00, enggak bergerak. Kita ingin itu turun lagi karena pandeminya dikatakan turun kalau reproduction ratenya di bawah 1," ucapnya.

9,3 Juta Vaksin Dosis Pertama telah Disuntik

Petugas medis melakukan tes usap PCR COVID-19 kepada warga di Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, Jakarta, Kamis (22/7/2021). Peningkatan testing dan tracing di wilayah padat penduduk diharapkan bisa mempercepat upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Petugas medis melakukan tes usap PCR COVID-19 kepada warga di Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, Jakarta, Kamis (22/7/2021). Peningkatan testing dan tracing di wilayah padat penduduk diharapkan bisa mempercepat upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Anies menyatakan beberapa pekan sebelumnya Rt di Jakarta sempat mencapai angka 5.

"Kita ingin 0,9, 0,8, 0,7, karena dengan begitu, artinya jumlah orang yang terkena menjadi lebih kecil," ujar Anies.

Selain itu, dia juga menyatakan saat ini program vaksinasi di Jakarta terus berjalan. Untuk pemberian dosis pertama telah mencapai 9,3 juta orang.

"Vaksin yang tinggi harapannya akan makin melindungi warga. Jadi, kita sekarang harus kerja ekstra untuk mengajak warga Jakarta yang berada di Jakarta, KTP Jakarta, tetapi belum vaksin," jelas dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel