Anies Baswedan Harap Tak Ada Kenaikan Kasus Covid-19 Usai Lebaran

·Bacaan 1 menit
Petugas menunjukan penyebaran virus corona (COVID-19) pada layar pemantau di Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Senin (9/3/2020). Sampai hari ini, Posko COVID-19 DKI Jakarta terlah dihubungi 3.580 orang. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap tak terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Ibu Kota usai Lebaran 2021. Menurut dia, saat ini, kasus Covid-19 di Jakarta dalam kondisi terendahnya.

"Saat ini di Jakarta kita secara umum situasinya termasuk yang paling rendah," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Jumat (14/5/2021).

Dia mengatakan, hal tersebut terlihat dari data keterisian kamar isolasi ataupun ICU di rumah sakit rujukan. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyebut, keterisian tempat tidur pasien tidak lebih dari 30 persen.

"Tingkat isolasi kita antara 24-28 persen, occupancy ratio-nya. Dan itu artinya termasuk yang rendah selama satu tahun ini," ucap Anies.

Oleh karena itu, lanjut dia, pemprov telah menyiapkan sejumlah antisipasi lonjakan kasus bersama jajaran Forkompimda DKI Jakarta. Mulai dari pengetatan hingga pemantauan warga yang datang ke Jakarta.

Salah satunya melalui pengecekan kesehatan atau skrining secara acak.

"Pertama adalah lakukan screening di pintu masuk Jakarta, Jabodetabek. Untuk kendaraan pribadi nanti akan dilakukan screening random bagi mereka yang masuk," ujar dia.

Untuk Deteksi Awal

Langkah itu guna mendeteksi lebih awal bila ada berpotensi membawa virus corona. Lalu, adanya pemantauan dan pengetatan untuk setiap wilayah.

"Jadi ketua RT, RW gugus tugasnya akan melakukan monitoring, sehingga seluruh warga yang datang akan dilakukan pemantauan dicek kondisinya, dipastikan bahwa yang bersangkutan sehat, yang bersangkutan tidak bergejala dan akan dilakukan pengetesan rapid antigen," jelas Anies.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel