Anies Baswedan: Kita Memberikan Sanksi Bukan untuk Memuaskan Hati

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar masyarakat menanyakan kepada sanak saudaranya yang masih bekerja di kantor saat pelaksanaan PPKM Darurat.

Sebab hanya perusahaan sektor esensial dan kritikal yang diperbolehkan bekerja di kantor di masa PPKM Darurat. Untuk kapasitas karyawannya pun juga sudah diatur.

"Buat para orang tua, buat anak-anak tanyakan kepada ayah, kepada ibu apakah sektor esensial atau kritikal. Buat kakek nenek tanyakan kepada anaknya, ini pada pergi kerja, sektor esensial, kritikal atau tidak. Kalau tidak, ambil sikap tanggung jawab," kata Anies melalui akun Instagram @aniesbaswedan pada Selasa (6/7/2021).

Dia meminta masyarakat melaporkan perusahaan non esensial atau kritikal yang tetap memaksa bekerja di kantor. Saat melakukan pelaporan tersebut identitas warga akan terlindungi.

Nantinya, pihak Pemprov DKI Jakarta akan langsung melakukan tindakan terhadap perusahaan yang melanggar di PPKM Darurat.

"Bila ada anda menemukan tempat anda bekerja bukan sektor esensial, bukan sektor kritikal, laporkan, lewat apa, lewat aplikasi Jaki. Aplikasi Jaki itu, maka anda bisa laporkan, nama anda tidak akan muncul," kata dia.

Anies menyatakan sanksi yang akan diterima oleh perusahaan merupakan bentuk penegakan aturan. Selain itu, dia juga meminta masyarakat tetap patuh untuk pencegahan kasus Covid-19.

"Ketika memberikan sanksi bukan untuk memuaskan hati, tetapi sanksi untuk menegakan aturan. Jadi kepada semua, sekali lagi, jadilah pribadi-pribadi yang mentaati hukum, bukan sekedar mentaati penegak hukum," jelas dia.

Sidak

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama jajarannya melakukan sidak di sejumlah perusahaan saat pelaksanaan PPKM darurat.

Hal tersebut seperti yang di unggah dalam akun instagram @aniesbaswedan pada Selasa (6/7/2021). Dia mendatangi gedung Sahid Sudirman Center, Jakarta Pusat.

Saat di memasuki kantor PT Ray White Indonesia, Anies sempat menanyakan HRD dan manager perusahaan kepada salah satu karyawan yang ada di lokasi.

"Mana HRD nya?," tanya Anies.

Saat bertemu dengan wanita yang diyakini sebagai HRD, Anies meminta agar perusahaan tidak egois. Sebab Pemprov DKI Jakarta setiap harinya terus berupaya menyelamatkan banyak nyawa akibat terpapar Covid-19.

"Ini bukan soal pelanggaran aturan nama ibu siapa? Ibu diana dan perusahaan ibu tidak bertanggung jawab," ucap dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel