Anies Baswedan Menginap di Pulau Sabira, Wilayah Terdepan DKI Jakarta

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginap di pulau yang pernah dijuluki Nochtwachter atau "Sang Penjaga Utara" dan kini dinamakan Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, Jakarta, Jumat (30/4/2021) malam.

"Kami bermalam di sini, silaturahmi dengan warga, kemudian akan ngobrol dan diskusi dengan warga, baru nanti Insya Allah besok kembali ke Jakarta," kata Anies di Kepulauan Seribu, seperti dikutip dari Antara.

Anies Baswedan menginap di rumah Ketua RW 03 Kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kepulauan Seribu, Ali Kurniawan.

Dia pun menjadi satu-satunya Gubernur DKI Jakarta yang menginap di pulau terdepan di Provinsi DKI Jakarta itu.

"Saya datang ke sini pada April 2019, lebih tepatnya dua tahun yang lalu. Kira-kira 20 tahun, kosong, tidak pernah dan tidak ada gubernur yang datang seperti ini," ujar Anies.

Anies mengatakan Pulau Sabira memang secara hitungan kilometer lebih dekat ke daratan Sumatera daripada daratan Pulau Jawa. Tapi Pulau Sabira tetap bagian dari Provinsi DKI Jakarta.

"Hitungan kilometer bisa saja jauh dari Monas, tapi perasaan, hati, dan ikatan kebersamaan kami amat kuat dan amat dekat. Walaupun hitungan kilometernya jauh," kata mantan Mendikbud itu.

​​​​​​​Anies Baswedan juga bisa Salat Isya dan tarawih berjamaah dengan warga Pulau Sabira di Masjid Jami' Nurul Bahri, Kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kepulauan Seribu.

Jemaah salat pada malam 18 ramadan itu pun membeludak, tak hanya karena jarak saf yang sengaja direnggangkan oleh penanda dari lakban kuning. Tapi karena saat itu, pemimpin DKI Jakarta ikut melaksanakan salat berjamaah bersama warganya.

Tampak sebagian jamaah menggelar sajadah di atas teras masjid agar tetap menjaga jarak, namun tetap menyaksikan Gubernur DKI Jakarta secara langsung di dekat.

Sejak tiba di dermaga Pulau Sabira pukul 14.45 WIB, Anies telah disambut meriah oleh warga.Tak hanya sekali, warga setempat meminta berfoto dengan Gubernur DKI Jakarta itu.

Pulau yang Tumbuh dengan Sendirinya

Anies menilai warga Pulau Sabira itu luar biasa tangguh. Meski awalnya hanya sebuah perkampungan nelayan di tanah tak berpenghuni yang berjarak 120 kilometer dari daratan Ibu Kota pada tahun 1975, tapi sejak itu peradaban di Pulau Sabira terus tumbuh dengan kemandirian.

Mereka mengelola kebutuhannya sendiri, menangani permasalahannya sendiri, sampai mereka bisa hidup secara mandiri. Jadi pemerintah itu menyaksikan tumbuhnya satu masyarakat yang bisa segalanya bisa diselesaikan oleh mereka sendiri.

"Itu luar biasa bukan? Coba bayangkan, bagian dari Ibu Kota, ada pulau yang tumbuh dengan mandiri. Itu menariknya di pulau ini. Menurut saya, orang-orang di sini itu tangguh," kata Anies.

Anies mengatakan kemandirian warga Pulau Sabira membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merasa perlu menyediakan fasilitas dasar yang berasal dari pemerintah untuk mereka.

Kebutuhan dasar yang perlu diwujudkan itu antara lain alat transportasi dan listrik.

Anies mengatakan Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan menyediakan alat transportasi berupa kapal penumpang untuk membantu mobilitas warga Pulau Sabira.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (UID Jaya) membangun lagi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Sebira.

PLTS itu berkapasitas daya sebesar 400 kilowatt peak (KWp) dan diproyeksi dapat menghasilkan energi sebesar 1.200 kilowatt jam (kWh) per hari.

"Alhamdulillah dengan PLTS ini, penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel bisa dikurangi 50 persen sehingga lebih efisien,” kata Anies.

Saksikan video pilihan di bawah ini: