Anies Baswedan Pamer Foto saat Jadi Aktivis

Agus Rahmat, Syaefullah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, ikut memeriahkan Dies Natalis Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta tahun 2020 ini. Sebagai alumni, ia kembali mengenang momen-momen saat menjadi mahasiswa, aktivis hingga diwisuda di kampus tersebut.

Kenangan itu ia unggah dalam bentuk foto-foto lama, di akun instagram pribadinya @aniesbaswedan. Terlihat orang nomor satu di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu masih kurus, dengan kumis tipisnya.

"Memori berputar, mengulang rekaman-rekaman kenangan masa kuliah dan masa belajar di Jogja," ujar Anies Baswedan, seperti dikutip Minggu, 20 Desember 2020.

Baca juga: Buat Kerumunan, Tim Pemburu COVID-19 Akan Lakukan Rapid Test

Anies menjelaskan bahwa rumahnya yang berada di Karangwuni, hanya 1/2 kilometer dari Gedung Pusat UGM. Masa kecil adalah masa bermain di kampus. Bagi kebanyakan kita, gedung pusat UGM, Gelanggang Mahasiswa atau kampus UGM, mengingatkan masa kuliah.

"Tapi bagi kami, keluarga-keluarga dan warga yg memang tinggal di sekitar kampus, kampus UGM adalah kampung halaman, tempat bermain, tempat bereksplorasi," katanya.

Bagi anak-anak kecil di masa itu, lanjut mantan Rektor Universitas Paramadina itu, gedung-gedung baru itu arena bermain labirin yang tak habis dijejalahi, hutan-hutan laboratorium yang tersebar di kampus dijadikan tempat main perang-perangan.

"Habis menonton film November 1828, hutan itu jadi tempat perang-perangan gerilya anak-anak SD," kenangnya.

Menurutnya, kampus itu terbuka, kampus itu diakses semua, kampus itu milik rakyat. Kampus itu memang bukan milik satu orang, bukan milik kita, saat itu semua masih sadar bahwa lahan sestrategis itu, kampus sebesar itu adalah dari pemberian dan dari kemurahan hati seorang visioner, negarawan dan pengayom: Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubowo IX.

"Masa kuliah jadi pelengkap yang utama. Masuk Fakultas Ekonomi UGM, angkatan 1989. Pembelajaran di ruang kuliah, dan di luar ruang kuliah menjadi pelajaran yang hikmahnya mengalir tanpa henti hingga sekarang," jelas Anies.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI 2014-2016 itu menuturkan, pada masa kuliah inilah gemblengan pengalaman membekas pada dirinya hingga kini. Pergolakan ide tentang keterbukaan, tentang demokrasi dihadapkan dengan kondisi represif era Orde Baru.

"Kita bersyukur bahwa ambil rute repot, rute perjuangan, berada di sisi pendorong perubahan, bersama dalam angkatan mahasiswa yang berdiri tegak menyuarakan dan memperjuangkan perubahan," katanya.

Sembari menginngat masa-masa itu, Anies pun membuka handphone, memutar kembali Hymne Gadjah Mada sambil melihat beberapa foto lama.

Tiap kata membawa pesan

siang ini tiap kata dalam hymne ini disimak lagi

Bakti kami mahasiswa Gadjah Mada semua

Kuberjanji memenuhi panggilan bangsaku

Di dalam Pancasilamu jiwa seluruh nusaku

Kujunjung kebudayaanmu kejayaan Indonesia


Bagi kami almamater kuberjanji setia

Kupenuhi dharma bakti tuk Ibu Pertiwi

Di dalam persatuanmu jiwa seluruh bangsaku

Kujunjung kebudayaanmu kejayaan Nusantara


"Insya Allah, kita semua yang pernah merasakan pendidikan dari negara akan terus mendarmabaktikan ilmunya untuk Ibu Pertiwi," katanya.

Untuk itu, Anies berpesan untuk terus dan tetaplah jadi kampus penumbuh kepedulian pada sesama, pada kenyataan di masyarakat, dan yang terdepan dalam pengembangan ilmu, serta yang mengembangkan semua potensi civitas akademika. (ase)